Ketika berselancar di dunia maya, ada banyak komponen yang menghubungkan pengguna dengan internet, salah satunya adalah IP ( Internet Protocol) Address. Di Indonesia, organisasi independen yang bertugas mengelola alokasi IPv4, IPv6 dan AS ( Autonomous System) Number, yaitu IDNIC-APJII (Indonesia Network Information Center-Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia). IDNIC dipercaya oleh APNIC (Asia-Pacific Network Information Centre), organisasi yang ditunjuk oleh IANA (Internet Assigned Numbers Authority) untuk melakukan pembagian IP Address di Asia.

Selain menyediakan layanan di atas, IDNIC juga menghadirkan berbagai layanan untuk mengelola penggunaan internet di Indonesia. Mulai dari pengelolaan database hingga mendukung keamanan akses pengguna. Selama masa pandemi, Sarwani Dwinanto selaku Pengurus Unit Public Relations & Sekretaris IDNIC, menyampaikan bahwa terdapat peningkatan pada permintaan layanan IDNIC-APJII.

“Jumlah request IP terjadi peningkatan yang cukup signifikan, mayoritas berasal dari industri pendidikan yang memang selama masa pandemi ini banyak memanfaatkan platform digital untuk mendukung kegiatan belajar mengajar.”


Memenuhi kebutuhan infrastruktur dengan resource yang besar dan scalable menjadi tantangan tersendiri


IDNIC menampung berbagai informasi jaringan berskala nasional dalam jumlah besar, sehingga dibutuhkan infrastruktur berkapasitas besar yang fleksibel dan juga aman. Dari sisi performa, keandalan infrastruktur juga menjadi fokus utama IDNIC. Tujuannya untuk menjamin SLA layanan untuk para anggota.

“Sebelum menggunakan layanan Biznet Gio, IDNIC hanya mengandalkan 1 provider cloud untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur kami. Akan tetapi, kami membutuhkan resource dan fleksibilitas yang tinggi. Oleh karena itu, kami memutuskan untuk menggunakan layanan GIO Private dari Biznet Gio. Fokus utama kami mengelola layanan yang dimiliki saat ini, khususnya dari sisi SLA dan keamanan, karena kita mengelola resource berskala besar untuk seluruh Indonesia.” ujar Sarwani.

Sarwani juga menyampaikan bahwa kredibilitas dan keandalan dari infrastruktur yang digunakan turut memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap performa layanan IDNIC. Di samping itu, IDNIC memandang pentingnya layanan cloud dengan Data Center yang berlokasi di Indonesia untuk memastikan seluruh data dikelola di dalam wilayah kedaulatan RI.

Karena dirancang dengan konektivitas yang cepat dan andal, kami menilai Biznet Gio mampu mendukung resiliansi, Business Continuity Plan sekaligus Disaster Recovery Center untuk infrastruktur IDNIC ” tambah Sarwani

Layanan GIO Private yang dilengkapi dengan VMware memungkinkan IDNIC untuk memanfaatkan vCenter VMware 7.0. Sehingga proses pengelolaan berbagai jenis VM jadi lebih mudah dan fleksibel sesuai dengan kebutuhan. Dengan peningkatan kebutuhan layanan IDNIC setiap tahun, resource yang dibutuhkan juga semakin meningkat. Oleh kareana itu, IDNIC membutuhkan infrastruktur yang fleksibel agar dapat melakukan scale up kapan saja, seperti GIO Private.

Dari sisi keamanan, layanan GIO Private juga telah dilengkapi dengan sertifikasi keamanan terlengkap berstandar internasional mulai dari SOC 2 Type II, PCI-DSS, dan ISO 27001 untuk memastikan seluruh data penting IDNIC dikelola dengan aman di 3 Data Center yang berlokasi di Indonesia. Di samping itu, untuk memastikan layanannya dapat diakses kapan saja dan memiliki ketersediaan yang tinggi ( Highly Available), layanan GIO Private yang digunakan oleh IDNIC juga sudah dilengkapi dengan fitur Multi Zone dan Multi Data Center dengan SLA 99,999%. Bantuan Cloud Expert Biznet Gio selama 24/7 juga memiliki peran penting untuk memastikan layanan IDNIC dapat beroperasi tanpa gangguan.

Melalui kerja sama strategis ini, IDNIC berharap semakin banyak unit bisnis yang aware terhadap keberadaan dan tugas IDNIC di Indonesia. Ke depannya bersama Biznet Gio, IDNIC ingin terus berinovasi dalam menghadirkan layanan yang berdampak baik bagi publik dan menciptakan ekosistem internet di Indonesia yang lebih baik dan juga transparan.