Salah satu kendala yang umumnya dihadapi oleh developer ketika mengembangkan sebuah aplikasi adalah aplikasi yang dikembangkan mungkin saja tidak ter-deploy secara sempurna. Untuk menyelesaikan permasalahan ini, teknologi virtualisasi seperti container dapat menjadi solusi yang tepat. Sederhananya, jika virtual machine dapat membagi resource menjadi beberapa sistem komputasi dan mengisolasi penuh pada level hardware, container memiliki prinsip yang sama. Hanya saja, container menggunakan virtual-memory dalam melakukan isolasi. Memanfaatkan teknologi container mampu meningkatkan efisiensi dalam mengelola berbagai aplikasi baik dari segi performa maupun penggunaan resource. Seiring dengan hal tersebut, penggunaan Kubernetes kian populer dan dimanfaatkan untuk mengelola banyaknya container dan juga meningkatkan produktivitas dari pipeline product development. Hal ini dikarenakan, kubernetes mampu menyediakan sistem yang lebih advance untuk mengelola berbagai resource serta container yang digunakan sekaligus mengintegrasikannya agar seluruh proses pengelolaan pipeline dapat berjalan dengan lancar.


Apa itu Kubernetes?


Sebelum membahas Kubernetes, kita perlu mengenal prinsip microservices. Microservices merupakan arsitektur pemrograman yang membagi service ke bagian yang lebih kecil dimana service-service tersebut saling berhubungan satu sama lain dalam setiap container. Dalam arsitektur microserservices setiap service dapat dikelola, dibangun, dan dilakukan testing secara independen. Tidak hanya itu, setiap service juga dapat dikelompokkan baik berdasarkan kharakteristik maupun fungsi bisnis dan kelola oleh tim development yang berbeda-beda. Dengan munculnya kebutuhan deployment menggunakan container, Kubernetes hadir sebagai platform yang tepat untuk mempermudah proses orkestrasi container pada arsitektur microservice mulai dari development, testing, staging hingga level production secara terintegrasi.

Lalu, apa itu Kubernetes? Kubernetes merupakan platform open source yang digunakan untuk mengelola container pada sistem dan aplikasi. Awalnya, sekitar tahun 2003-2004 Kubernetes merupakan project internal Google yang bernama Borg. Borg ini digunakan untuk menyelesaikan problem internal Google dengan menjalankan aplikasi dan cluster-cluster kecil. Kemudian, pada tahun 2013 Borg berevolusi menjadi Omega dengan fitur yang telah di upgrade sehingga dapat mengelola sekaligus menjadi scheduler untuk berbagai cluster dengan skala yang lebih besar. Setelah itu, tepatnya pertengahan tahun 2014, Google memperkenalkan Kubernetes sebagai platform open source. Hingga saat ini, Kubernetes telah menjadi platform container orchestration yang paling populer. Hal serupa juga di sampaikan oleh Giri Kuncoro (Software Engineer at Gojek| Cloud Native Computing Foundation Ambassador) dalam diskusinya dengan tim Biznet Gio beberapa waktu yang lalu. Menurut Giri, Kubernetes merupakan platform open source yang mampu meningkatkan efisiensi sistem manajemen container. Giri juga menyampaikan bahwa Google merancang Kubernetes sebagai solusi dari permasalahan yang mereka hadapi saat itu. Kondisi Google yang sedang menjadi pusat perhatian dari seluruh dunia menyebabkan traffic pengguna website dan layanan Google mengalami peningkatan tajam hingga jutaan pengguna setiap harinya. Artinya resources dan container yang digunakan juga bertambah, sehingga dibutuhkan solusi untuk mengelola seluruh kebutuhan tersebut secara efisien yaitu Kubernetes. Terlepas dari popularitas kubernetes dalam industri cloud, sebenarnya apa fungsi dari kubernetes?


Fungsi Penting Kubernetes


  1. Service Discovery & Load Balancing

    Kubernetes dapat memunculkan nama DNS atau IP address dari sebuah container. Jika sedang menangani traffic container dalam jumlah yang besar, kubernetes secara otomatis akan melakukan load balancing traffic dan memastikan traffic dalam sebuah aplikasi terdistribusi dengan stabil.

  2. Storage Orchestration

    Kubernetes dapat melakukan mounting secara otomatis ke sistem penyimpanan yang sudah dipilih, baik penyimpan lokal, maupun public cloud storage seperti GIO Public Cloud, GCP atau AWS dan network storage seperti NFS, iSCSI, Gluster, Ceph, Cinder atau Flocker.

  3. Automated Rollouts and Rollbacks

    Anda dapat melakukan deployment pada Kubernetes menggunakan file YAML, sehingga Anda dapat mendeskripsikan deployment yang diinginkan sebelum di proses. Tidak hanya itu, dengan menggunakan file YAML untuk melakukan rollback, seluruh file dapat terdokumentasi dan dilakukan secara otomatis.

  4. Automatic Bin Packing

    Kubernetes secara otomatis melakukan penjadwalan dan pengaturan terhadap container berdasarkan CPU dan RAM yang ada untuk mengasilkan penggunaan resource yang optimal dan Highly Available.

  5. Self-Healing

    Secara otomatis Kubernetes mampu menggantikan dan melakukan restart ulang pada container yang gagal dalam satu node. Secara teknis, kubernetes akan melakukan “ kill” dan menjalankan kembali container yang dianggap bermasalah dan tidak memberikan respons. Kubernetes akan memastikan seluruh container dalam keadaan siap menerima request sehingga tidak mengganggu traffic klien atau pengguna.

  6. Secret and Configuration Management

    Data sensitif seperti password, auth token dan SSH keys Anda akan terjaga keamanan dan kerahasiaannya. Anda dapat membangun dan mengupdate konfigurasi detail dari suatu aplikasi secara terpisah dari image container, sehingga tidak perlu melakukan rebuild image.


Managed Kubernetes Solusi Tepat Transformasi ke Microservices


Setiap industri bisnis tentunya menginginkan time to market yang cepat. Oleh karena itu, proses pengembangan layanan dan mengelola layanan microservices dapat menjadi tantangan terbesar bagi perusahaan. Para pengembang aplikasi layanan bisnis tentunya ingin langsung menjalankan pipeline development tanpa perlu mengkhawatirkan pengelolaan cluster kubernetes ataupun melakukan konfigurasi server.

Biznet Gio hadir dengan layanan Managed Kubernetes sebagai solusi untuk mempermudah proses implementasi microservices dengan mengelola cluster kubernetes secara optimal dan terstruktur. Seperti yang dilakukan bersama UangTeman beberapa waktu yang lalu, Biznet Gio mengoptimalkan infrastruktur cloud UangTeman dengan melakukan transformasi dari arsitektur monolitik menjadi microservices serta mengimplementasikan OpenShift Kubernetes. Kubernetes dapat mempercepat proses pengelolaan pipeline development dengan model penerapan CI/CD (continuous integration/continuous delivery). Implementasi model microservices terutama pada beberapa industri kritikal seperti fintech tentunya dapat memberikan keunggulan penting untuk pengembangan value sebuah layanan bisnis, diantaranya:

  1. Enhanced Security

    Contohnya pada Industri fintech harus meningkatkan aspek keamanan pada sistem dan aplikasinya untuk menekan potensi penipuan dan melindungi data nasabah, khususnya pada aplikasi yang menawarkan fitur dompet digital dan juga AI consultation. Teknologi microservices menyediakan mekanisme keamanan terbaru yang mampu memenuhi standar keamanan industri fintech.

  2. Faster Delivery

    Teknologi micorservices akan mempermudah Tim Development untuk memenuhi permintaan konsumen dengan mengembangkan fitur-fitur terbaru dari sebuah aplikasi. Pada saat yang bersamaan, microservices juga mampu mengakomodasi jumlah pengguna dan transaksi yang lebih banyak.

  3. Seamless Integration

    Untuk mengintegrasikan sistem, contohnya pada layanan fintech, dibutuhkan lapisan API (Application Programming Interface) yang kuat untuk saling berkomunikasi dengan satu sama lain baik secara internal maupun eksternal. Dengan menggunakan teknologi microservices, lapisan API jadi ebih aman dan mudah dikelola.

Dapat disimpulkan bahwa kubernetes merupakan platform open-source yang dapat mengautomasi proses deploy, scale, dan manage pengembangan aplikasi. Dengan demikian, para pengembang aplikasi dari berbagai industri khususnya industri yang sifatnya kritikal seperti fintech dapat melakukan pengembangan fitur dengan lebih efektif dan efisien. Simak juga diskusi seputar Kubernetes bersama Giri Kuncoro selengkapnya melalui: https://youtu.be/RrUV5ytCHSU atau dapatkan informasi lebih lanjut mengenai Managed Kubernetes dengan langsung menghubungi Sales Representative kami melalui sales@biznetgio.com.