Penggunaan (Content Management System) CMS website sekolah dinilai semakin penting. Dengan CMS, pihak sekolah dapat mengelola konten menjadi lebih mudah. Contohnya, saat pihak sekolah ingin mengelola konten berupa berita, pengumuman, hingga agenda kegiatan.
Banyak sekolah sudah memanfaatkan CMS untuk meningkatkan layanan digital dan memperkuat komunikasi dengan seluruh pemangku kepentingan. Website sekolah tidak lagi dipakai untuk media informasi saja, melainkan juga sebagai pusat layanan pendidikan.ย
5 Rekomendasi CMS Website Sekolah Terbaik
Pilihan CMS website sekolah sangatlah variatif. Untuk memilih yang terbaik, pihak sekolah perlu mempertimbangkan beberapa rekomendasi di bawah ini. Perlu diingat, tidak semua CMS memiliki fitur-fitur unggulan yang lengkap.
1. MySCH.id
Salah satu opsi yang bisa dipertimbangkan ialah layanan dari MySCH.id. Terdapat beberapa paket pilihan website dengan CMS 2.0 atau 3.0. Tergantung dengan paket pilihan pihak sekolah.
Pada paket tertentu, pihak sekolah bisa merasakan beberapa fitur unggulan yang begitu canggih. Meliputi SPMB online, mading, dan polling ketua OSIS. Semakin mahal harga paket yang dipilih, ketersediaan fiturnya juga semakin lengkap pula.
Sejak beberapa tahun ke belakang, MySCH.id memang dikenal sebagai penyedia CMS untuk website sekolah. Baik untuk CMS sekolah dasar hingga sekolah menengah atas. Pihak sekolah dapat menyesuaikannya dengan kebutuhan dan anggaran saja.
2. Drupal
Opsi CMS website sekolah berikutnya adalah Drupal. Keunggulan CMS Drupal terletak pada kemampuannya dalam menangani trafik tinggi dan menyediakan kontrol akses yang lebih detail.
Walaupun menawarkan kemampuan menangani trafik tinggi, penggunaan Drupal biasanya memerlukan tim teknis khusus. Butuh adanya tim teknis atau administrator yang memahami konfigurasi sistem.
3. Strapi
Jika pihak sekolah mencari CMS website yang bersifat open source, maka Strapi bisa menjadi salah satu pilihan yang patut dipertimbangkan. CMS ini menawarkan fitur yang memungkinkan pihak sekolah untuk membuat dan mengelola konten secara kustom.
Sekolah dapat menambahkan fitur baru, mengubah struktur data, atau mengintegrasikan layanan lain. Tidak perlu membangun ulang sistem secara keseluruhan. Oleh sebab itu, Strapi dikenal menawarkan kemampuan yang baik dari sisi fleksibilitas dan skalabilitas.
Hanya saja, penggunaan Strapi memerlukan kemampuan teknis yang lebih tinggi. Pihak sekolah perlu menyiapkan tim pengelola khusus yang memahami dasar pengembangan web, pengaturan server, serta integrasi frontend.
4. WordPress
Tidak lagi terdengar asing, WordPress memang sudah banyak digunakan sebagai CMS website sekolah. Kemudahan instalasi dan pengelolaan membuat WordPress sangat cocok untuk sekolah yang memiliki sumber daya terbatas.
WordPress bersifat lebih umum, sehingga dapat berguna untuk membuat berbagai jenis situs. Mulai dari blog pribadi, website perusahaan, sampai portal pendidikan. Tinggal kembangkan sesuai dengan kebutuhan masing-masing sekolah.
Perlu menjadi catatan, WordPress pada dasarnya tidak menyediakan fitur khusus yang dirancang secara spesifik untuk kebutuhan administrasi sekolah. Oleh sebab itu, pihak sekolah biasanya memerlukan plugin tambahan.
5. Joomla
Keunggulan utama Joomla terletak pada fitur multi bahasa bawaannya. Dengan begitu, pengelolaan konten dalam beberapa bahasa dapat berlangsung lebih mudah. Misalnya saja pengelolaan konten dalam bahasa Inggris, Indonesia, dan bahasa lainnya.
Tidak perlu memasang banyak tambahan ekstensi, pihak sekolah bisa melakukan pengelolaan konten multibahasa. Keunggulan ini umumnya banyak dicari oleh sekolah internasional yang menggunakan beberapa bahasa.
Untuk memanfaatkan Joomla sebagai CMS pendidikan, pihak sekolah memerlukan ekstensi tambahan atau pengembangan kustom. Proses ini tentu saja membutuhkan waktu, biaya, dan keahlian teknis yang memadai.
Tips Memilih CMS Website Sekolah agar Tidak Salah Pilih
Memilih dan mengelola CMS website sekolah tidak dapat dikatakan mudah. Pihak sekolah perlu serius memilih CMS mana yang paling sesuai dengan kebutuhan. Untuk itu, perhatikan beberapa tips di bawah ini agar tidak salah pilih!
1. Tentukan Kebutuhan Sekolah Terlebih Dahulu
Memilih CMS untuk sekolah memerlukan banyak pertimbangan. Pasalnya, setiap sekolah memiliki prioritas yang berbeda. Untuk itu, pihak sekolah perlu memahami kebutuhannya sejak awal masa pemilihan CMS.
Sebagai referensi awal, pihak sekolah bisa mulai mencari contoh website sekolah SMA atau sekolah tingkat lainnya. Dengan melihat gambaran awal tersebut, pihak sekolah bisa menentukan fitur prioritas yang ingin diperoleh.
2. Coba Demo atau Versi Trial
Umumnya, CMS web sekolah gratis atau berbayar mempunyai versi trial terlebih dahulu. Melalui uji coba ini, pihak sekolah dapat menilai kemudahan penggunaan, kelengkapan fitur, dan kenyamanan dalam mengelola konten.
Dengan pengalaman langsung, pihak sekolah bisa memastikan apakah sistem CMS benar-benar sesuai dengan kebutuhan operasional sehari-hari atau tidak. Oleh sebab itu, pastikan untuk mencoba versi demo atau trial dari suatu CMS website sekolah.
3. Pastikan Mudah untuk Digunakan
Kemudahan selalu menjadi faktor penting dalam pengelolaan website sekolah. Terlebih ketika kondisi sekolah tidak memilih tim IT khusus yang memiliki latar belakang mumpuni. Pihak sekolah membutuhkan CMS yang memiliki antarmuka sederhana.
Dengan antar muka yang sederhana, proses pembaruan informasi menjadi lebih mudah. Mulai dari pembaruan informasi sekolah, agenda kegiatan, maupun beberapa pengumuman penting.
Website profil sekolah yang mudah dikelola juga berdampak pada konsisten pembaruan konten. Sekolah dapat menghemat waktu dan mengurangi ketergantungan pada pihak teknis apabila sudah memahami pengelolaan konten dengan baik.
4. Periksa Dukungan Teknis
Pastikan penyedia CMS atau jasa pembuat website menawarkan bantuan yang lengkap. Dapat berupa bantuan teknis, dokumentasi, atau layanan pelanggan yang responsif ketika terjadi kendala tertentu.
Perlu diingat, dukungan teknis yang memadai juga mampu memberikan rasa aman dan membantu menjaga kualitas layanan website. Baik kepada siswa, orang tua, maupun masyarakat. Oleh sebab itu, faktor dukungan teknis tidak boleh dilupakan begitu saja.
Sekolah tidak perlu khawatir menghadapi masalah teknis website jika sudah memiliki dukungan teknis yang memadai. Pasalnya, dukungan teknis yang baik dapat membantu memastikan website berjalan dengan lancar.
5. Perhatikan Total Biaya (Hosting, Maintenance, dan Pelatihan)
Memilih CMS tidak hanya mempertimbangkan biaya awal pembuatan website saja. Namun, juga perlu melihat total biaya yang akan dikeluarkan dalam jangka panjang. Ada banyak komponen yang perlu dipertimbangkan.
Meliputi biaya hosting, perawatan sistem, pembaruan keamanan, serta pelatihan bagi admin sekolah. Seluruhnya membutuhkan pertimbangan matang agar tidak menimbulkan beban anggaran di kemudian hari.
Saat ini sudah cukup banyak paket website sekolah yang lengkap dengan CMS canggih. Oleh karena itu, pihak sekolah perlu pintar dan selektif memilih CMS yang sesuai agar tidak rugi di kemudian hari.
Jasa Pembuatan Website dengan CMS Canggih
Setelah memahami beberapa rekomendasi CMS website sekolah dan tips memilihnya, pihak sekolah tidak akan kesulitan lagi. Untuk fitur lengkap, coba hubungi jasa buat website sekolah yang benar-benar berkualitas. Sebagai salah satu opsi, pihak sekolah boleh memilih layanan dari MySCH.id. Tersedia beberapa paket layanan website dengan CMS khusus pendidikan dan fitur yang sudah disesuaikan dengan kebutuhan institusi.
Penulis: Yusuf Yogi Antoro Makfud
Table of Contents




