Ingin membuat footer website sendiri tapi belum punya pandangan? Contoh footer website di sini bisa jadi referensi.
Footer sering dianggap sekadar penutup halaman. Banyak orang mengira perannya selesai begitu pengunjung sampai bagian bawah layar.
Padahal, kalau kamu perhatikan perilaku pengguna, justru banyak keputusan kecil terjadi saat scroll sudah mentok.
Entah itu mencari kontak, mengecek kredibilitas, atau sekadar memastikan website ini serius atau asal jadi.
Karena itu, footer seharusnya punya fungsi yang jelas. Footer bisa membantu navigasi, membangun rasa percaya, sekaligus mendorong aksi lanjutan. Dengan perencanaan yang tepat, bagian ini bisa bekerja senyap namun efektif.
15+ Contoh Footer Website untuk Referensi
Supaya lebih kebayang, berikut contoh tampilan footer website yang umum digunakan, lengkap dengan konteks pemakaiannya:
1. Footer dengan Informasi Kontak Lengkap

Bagian ini memuat alamat, email, nomor telepon, serta jam operasional.
Banyak website bisnis lokal memilih format ini karena pengunjung ingin kepastian sebelum menghubungi.
Selain itu, keterbukaan informasi memberi kesan bisnis yang serius dan siap melayani.
2. Footer dengan Navigasi Sekunder

Struktur ini menampilkan tautan ke halaman pendukung seperti Tentang Kami, FAQ, atau Karier.
Dengan susunan seperti ini, pengunjung tetap punya arah meski sudah berada di bagian akhir halaman. Alur jelajah pun terasa lebih rapi.
3. Footer Minimalis

Tampilan ringkas biasanya hanya memuat logo dan copyright.
Karena fokus halaman bersifat tunggal, pendekatan ini sering muncul pada landing page atau website campaign.
Kesannya bersih, terkontrol, dan tidak mengalihkan perhatian utama.
4. Footer dengan Form Newsletter

Contoh footer website model ini dipakai saat website ingin menjaga hubungan jangka panjang. Setelah menikmati konten, pengunjung mendapat opsi berlangganan update.
Penempatan pada bagian bawah terasa lebih halus dan tidak agresif.
5. Footer dengan Ikon Media Sosial

Keberadaan ikon media sosial memberi sinyal bahwa brand aktif dan terbuka. Selain memperluas jangkauan, bagian ini juga berfungsi sebagai jembatan antar platform.
Transisinya pun terasa alami karena muncul setelah konten selesai.
6. Footer dengan Sitemap Ringkas

Susunan halaman penting atau kategori utama sering muncul pada model ini.
Karena website besar memiliki struktur kompleks, sitemap ringkas membantu pengguna menemukan jalur cepat. Alur navigasi pun terasa lebih efisien.
7. Footer dengan Call to Action

Ini adalah salah satu contoh footer website simple. Kamu bisa memberikan ajakan seperti โHubungi Kamiโ atau โMulai Sekarangโ tetap bekerja selama relevan.
Terlebih lagi, pengunjung yang sudah sampai bawah biasanya lebih siap mengambil keputusan. Karena itu, CTA pada area ini sering terasa lebih matang.
8. Footer Legal dan Kebijakan

Contoh footer website ini memuat Privacy Policy serta Terms of Service. Dengan menampilkan dokumen legal secara terbuka, website terlihat siap dan bertanggung jawab.
Transparansi seperti ini penting, terutama saat website mengelola data pengguna.
9. Footer dengan Logo Partner atau Klien

Tampilan logo partner atau klien membantu membangun kepercayaan secara visual.
Karena manusia cenderung percaya pada bukti sosial, pendekatan ini sering digunakan website B2B dan agency untuk memperkuat reputasi.
10. Footer Multibahasa

Pilihan bahasa biasanya diletakkan pada bagian bawah agar tidak mengganggu konten utama.
Meski tampil sederhana, fitur ini penting untuk audiens lintas negara. Selain itu, tampilannya tetap rapi.
11. Footer dengan Profil Singkat Perusahaan

Deskripsi singkat tentang brand membantu pengunjung baru memahami konteks secara cepat.
Terutama ketika mereka langsung scroll ke bawah tanpa membaca bagian atas. Informasi ringkas ini berfungsi sebagai pengenalan ulang.
12. Footer Website E-commerce

Struktur e-commerce sering memuat info pengiriman, metode pembayaran, dan layanan pelanggan.
Dengan informasi tersebut, maka keraguan calon pembeli bisa berkurang. Proses pengambilan keputusan pun terasa lebih tenang.
13. Footer Blog atau Media

Kategori populer, artikel terbaru, atau arsip sering muncul pada model ini. Tujuannya mendorong pembaca menjelajah konten lain. Alhasil, waktu kunjungan meningkat secara alami.
14. Footer Portofolio

Bagian ini menampilkan highlight karya atau tautan ke platform lain seperti GitHub atau Behance.
Dengan susunan tersebut, kredibilitas kreator ikut terangkat. Pengunjung pun bisa menilai kualitas tanpa banyak klik.
15. Footer dengan Trust Badge

Badge keamanan atau sertifikasi memberi rasa aman tambahan. Terutama saat website melibatkan transaksi, simbol kepercayaan ini berfungsi sebagai penguat keputusan terakhir.
16. Footer dengan Peta Lokasi

Tampilan peta membantu pengunjung memahami lokasi fisik bisnis. Selain praktis, elemen ini juga memberi kesan bahwa bisnis benar-benar nyata dan mudah ditemukan.
Tips Membuat Footer Website yang Optimal
Ingin membuat footer website sendiri sesuai dengan contoh footer website di atas? Berikut ini tipsnya:
- Pertama, tentukan tujuan sejak awal. Apakah kamu ingin fokus pada navigasi, konversi, atau kepercayaan. Setelah itu, susun elemen berdasarkan prioritas yang jelas.
- Kedua, jaga keterbacaan. Gunakan warna kontras dan ukuran font yang nyaman. Karena area ini sering padat, tampilan yang rapi membantu informasi tetap tersampaikan.
- Ketiga, pilih elemen yang benar-benar relevan. Terlalu banyak isi justru memecah perhatian. Seleksi yang tepat membuat footer terasa ringan namun fungsional.
- Keempat, pertahankan konsistensi visual dan tone. Seluruh halaman harus terasa satu napas, termasuk bagian penutup.
- Terakhir, pastikan tampilan responsif untuk layar kecil. Banyak pengguna mengakses lewat ponsel, sehingga kenyamanan tetap perlu dijaga.
Bagian paling bawah halaman memang jarang disorot, namun perannya tetap krusial. Saat dirancang dengan sadar, footer bisa menjadi penutup yang bekerja diam-diam namun berdampak nyata.
Mau Mulai Serius Membangun Website? Jangan Sembarangan Pilih Hosting!
Footer yang tertata rapi butuh fondasi website yang stabil. Percuma footer sudah meyakinkan kalau website lambat atau sering bermasalah.
Karena itu, Web Hosting Murah Indonesia dari Biznet Gio hadir sebagai solusi praktis untuk kamu yang ingin bangun website profesional sejak awal.
Dengan harga mulai Rp15.000 per bulan, performa tetap kencang, fitur lengkap tersedia, dan dukungan teknis siap membantu.
Saat website mulai berkembang dan jumlah halaman, domain, atau project bertambah, kebutuhan pun ikut naik.
Pada titik ini, Unlimited Hosting Murah dari Biznet Gio memberi ruang tanpa batas untuk kelola banyak website, database, dan email dalam satu akun.
Semua tetap mudah diatur lewat cPanel, sehingga footer bisa berfungsi maksimal sebagai navigasi, pusat informasi, dan pendorong konversi tanpa hambatan teknis.
Table of Contents




