Biaya pembuatan website ecommerce tahun 2026 tentu berbeda dengan tahun sebelumnya karena kebutuhannya ikut naik.
Persaingan makin padat, ekspektasi pengguna makin tinggi, dan fitur standar hari ini sudah jauh lebih kompleks daripada beberapa tahun lalu.
Karena itu, ngobrol soal harga pembuatan website tanpa membedah komponennya hanya bikin kamu salah ambil keputusan.
Lewat artikel ini, kamu akan melihat rincian biaya pembuatan website ecommerce berdasarkan komponen utamanya.
Bukan angka asal tebak, tapi gambaran realistis supaya kamu tahu mana yang wajib, mana yang bisa ditunda, dan mana yang memang layak menyerap anggaran lebih besar sejak awal.
Rincian Harga Pembuatan Website Ecommerce 2026
Ingin tahu seberapa besar harga buat website untuk tahun ini? Cek!
1. Domain – Alamat Toko Anda di Internet
Domain berperan sebagai identitas utama toko online. Calon pembeli mengetik alamat tersebut lalu masuk ke ekosistem brand yang kamu bangun. Tanpa domain yang jelas, maka toko online terasa setengah jadi dan kurang meyakinkan.
Pada 2026, harga domain relatif stabil. Jadi, kamu perlu menyiapkan anggaran sekitar Rp150.000 sampai Rp350.000 per tahun, tergantung ekstensi seperti .com, .id, atau domain khusus brand.
Angka ini memang kecil jika dibandingkan komponen lain, namun efeknya besar. Domain yang singkat, mudah terbaca, dan relevan akan membantu promosi, memperkuat kredibilitas, serta mempermudah pelanggan mengingat toko kamu.
Banyak bisnis online gagal membangun kepercayaan hanya karena domain terasa asal pilih.
2. Hosting – Rumah Toko Online Kamu
Hosting berfungsi sebagai rumah tempat seluruh sistem ecommerce berjalan tanpa henti. Semua data produk, transaksi, dan aktivitas pengunjung tersimpan dan diproses lewat server ini.
Rentang biaya pembuatan website untuk hosting tahunan berada sekitar Rp600.000 sampai Rp3.600.000, bahkan bisa lebih tinggi tergantung spesifikasi.
Shared hosting cocok untuk tahap awal karena harganya ringan dan setup cepat. Namun ketika trafik mulai naik, VPS atau cloud hosting memberi performa lebih stabil, kontrol lebih luas, dan keamanan lebih baik.
Hosting yang cepat akan memangkas waktu loading, lalu pengalaman belanja terasa mulus, dan akhirnya peluang konversi ikut naik.
3. Platform Ecommerce – Mesin Utama Toko
Platform ecommerce menentukan cara kamu mengelola produk, transaksi, dan pengalaman pengguna. Pada 2026, ada tiga pendekatan yang paling umum.
Website builder atau hosted platform seperti Shopify, Wix, dan Squarespace menawarkan kecepatan dan kemudahan.
Kamu bisa langsung jualan tanpa pusing urusan teknis. Biaya langganan berkisar $29 sampai $300 per bulan tergantung paket. Opsi ini cocok untuk kamu yang ingin fokus ke penjualan dan marketing.
Pendekatan kedua memakai CMS dan plugin, seperti WordPress dengan WooCommerce.
Platform ini fleksibel, mudah dikembangkan, dan ramah integrasi. Software inti gratis, namun kamu tetap perlu biaya untuk plugin premium, tema, serta hosting.
Banyak pelaku UMKM memilih opsi ini karena kontrolnya seimbang antara biaya dan fleksibilitas.
Pendekatan ketiga adalah custom ecommerce build. Tim developer membangun sistem dari nol sesuai kebutuhan bisnis.
Biayanya mulai $10.000 dan bisa naik jauh tergantung fitur. Biasanya, brand besar memilih opsi ini karena butuh alur belanja unik dan sistem internal kompleks. Ini juga jadi salah satu biaya yang termasuk dalam harga pembuatan website.
4. Desain & Pengembangan – Bikin Toko Jadi Ciamik dan Berfungsi
Bagian ini menyerap porsi anggaran terbesar dari keseluruhan harga pembuatan website. Pasalnya, desain menentukan kesan pertama, sedangkan pengembangan memastikan semua fitur berjalan mulus.
Tema siap pakai menawarkan solusi cepat dengan biaya sekitar $0 sampai $200. Cocok untuk tahap awal.
Namun ketika brand ingin tampil beda, custom UI dan UX jadi pilihan. Untuk ecommerce dasar, biaya pengembangan berada pada kisaran $2.000 sampai $10.000.
Level menengah dengan fitur khusus bisa mencapai $35.000. Skala enterprise bahkan tembus $150.000 atau lebih.
Harga naik karena fitur seperti pencarian pintar, filter kompleks, dashboard multi-user, integrasi ERP atau CRM, serta checkout khusus.
Semua fitur ini langsung memengaruhi kenyamanan belanja dan efisiensi operasional.
5. Pembayaran & Integrasi Lainnya
Payment gateway menjadi komponen wajib. Integrasi sistem pembayaran seperti Midtrans, Stripe, atau PayPal memastikan transaksi berjalan lancar dan aman.
Biaya integrasi berkisar $1.500 sampai $15.000 tergantung kompleksitas dan jumlah sistem yang terhubung.
Selain biaya setup, kamu perlu memperhitungkan biaya transaksi sekitar 2,7 sampai 3,2 persen dari setiap penjualan.
Angka ini terlihat kecil, namun akan terasa ketika volume transaksi mulai besar. Karena itu, strategi pricing perlu menyesuaikan sejak awal.
6. SSL & Keamanan
Keamanan memegang peran penting dalam ecommerce. SSL mengenkripsi data pelanggan sehingga transaksi terasa aman.
Banyak penyedia hosting sudah menyertakan SSL gratis. Jika perlu setup manual, biayanya sekitar $0 sampai $200 per tahun.
Keamanan yang baik akan meningkatkan rasa percaya pelanggan dan menurunkan risiko masalah hukum.
7. Pemeliharaan & Operasi Rutin
Setelah website live, pekerjaan belum selesai. Kamu perlu maintenance rutin, update sistem, backup data, dan dukungan teknis. Ini juga harus kamu hitung dalam rincian harga pembuatan website.
Estimasi biaya tahunan mulai Rp3 juta sampai puluhan juta tergantung tingkat layanan. Website yang terawat akan lebih stabil, lebih aman, dan siap menghadapi lonjakan trafik.
8. Marketing & SEO
Website hanya panggung. Trafik dan penjualan datang dari strategi marketing yang konsisten. SEO, iklan media sosial, dan email marketing membutuhkan anggaran tambahan.
Biayanya bervariasi, mulai dari beberapa juta sampai puluhan juta per bulan, tergantung target pertumbuhan bisnis.
Contoh Paket Anggaran (Kasarnya)
Harga pembuatan website ecommerce untuk paket starter cocok untuk pemula dengan anggaran sekitar Rp5 juta sampai Rp15 juta per tahun.
Paket profesional dengan custom UX berada pada kisaran Rp70 juta sampai Rp300 juta. Paket enterprise untuk skala besar bisa mencapai Rp600 juta ke atas.
Jangan Terlalu Fokus pada Desain dan Fitur, Server Juga Penting!
Saat membahas harga pembuatan website, banyak orang fokus ke desain dan fitur, lalu lupa bahwa biaya server ikut menentukan sehat atau tidaknya operasional jangka panjang.
Ketika trafik mulai naik, maka shared hosting sering jadi bottleneck dan akhirnya memaksa upgrade mendadak.
Di sinilah VPS Indonesia gratis bandwidth dari Biznet Gio bisa jadi jawaban dan solusi yang lebih terkontrol.
Kamu dapat performa dedicated, jaringan cepat, dan kebebasan mengelola server tanpa takut lonjakan biaya bandwidth.
Infrastruktur seperti ini membuat anggaran website lebih rapi, sekaligus memberi ruang tumbuh tanpa perlu bongkar sistem dari awal.
Table of Contents




