Dalam perkembangan komputasi AI saat ini, kebutuhan GPU dengan bandwidth tinggi dan komunikasi antar GPU yang efisien menjadi semakin penting. Model AI tumbuh semakin besar, parameter melonjak, dan proses training membutuhkan pertukaran data dalam jumlah sangat besar. Karena itu, teknologi interkoneksi seperti NVIDIA NVLink hadir untuk memastikan GPU dapat berkomunikasi cepat tanpa hambatan.
Tanpa interkoneksi berkecepatan tinggi, GPU akan sering menunggu data, performa training melambat, dan skala multi-GPU sulit tercapai. Inilah alasan GPU kelas H200, H100, hingga A100 memakai NVLink sebagai โjalur ekspresโ antar GPU agar proses komputasi paralel tetap lancar.
Jika memakai GPU cloud, memahami apa itu NVLink dan bagaimana cara kerjanya sangat membantu memilih konfigurasi GPU yang tepat. Untuk workload seperti training LLM, sistem rekomendasi, visual computing, hingga simulasi ilmiah, NVLink memberi perbedaan signifikan dalam kecepatan dan stabilitas.
Artikel ini mengulas NVLink, cara kerjanya di lingkungan multi-GPU, implementasinya pada NVIDIA H200, hingga manfaat paling penting untuk GPU cloud dan beban kerja AI yang semakin besar.
Apa Itu NVIDIA NVLink?
NVIDIA NVLink adalah teknologi interkoneksi berkecepatan tinggi yang memungkinkan komunikasi langsung antar GPU dengan bandwidth jauh lebih besar dari PCIe. NVLink dirancang untuk mengatasi batasan PCIe yang tidak lagi mampu mengikuti tuntutan pertukaran data pada komputasi AI skala besar.
Secara sederhana, NVLink adalah:
- Jalur komunikasi khusus antar GPU
- Bandwidth sangat besar, mencapai ratusan GB/s
- Latency rendah
- Didesain untuk mempercepat komputasi paralel multi-GPU
NVLink berkembang menjadi sistem interkoneksi lengkap dengan hadirnya NVSwitch, komponen yang memungkinkan puluhan hingga ratusan GPU terhubung dalam satu jaringan interkoneksi berkecepatan tinggi. Teknologi ini menjadi tulang punggung supercomputer AI seperti NVIDIA DGX.
| Aspek | PCIe Gen5 | NVLink Gen4/Gen5 (H100/H200) |
| Bandwidth | hingga ยฑ64 GB/s | hingga >900 GB/s (gabungan beberapa link) |
| Latency | lebih tinggi | jauh lebih rendah |
| Mekanisme | host-centric | peer-to-peer antar GPU |
| Kesesuaian Training | sering bottleneck | sangat ideal untuk multi-GPU |
Dengan bandwidth yang bisa belasan kali lipat lebih besar daripada PCIe, NVLink membuat pertukaran tensor, parameter model, dan gradient antar GPU berjalan tanpa hambatan.
Cara Kerja NVLink di Lingkungan Multi-GPU
Untuk memahami cara NVLink bekerja, bayangkan beberapa GPU sedang menjalankan satu model AI besar. Setiap GPU mengerjakan bagian berbeda dari model atau dataset, lalu harus saling bertukar informasi agar training tetap sinkron.
NVLink bertindak sebagai jalur komunikasi berkecepatan tinggi agar proses pertukaran data ini berjalan lancar, cepat, dan efisien. Berikut beberapa mekanisme utamanya:
1. Komunikasi langsung antar GPU tanpa CPU
NVLink memungkinkan GPU bertukar data secara langsung dengan GPU lain tanpa harus melewati CPU atau host system. Artinya, transfer tensor, gradient, atau parameter model bisa terlaksana dengan latency rendah. Dengan cara ini, GPU tidak perlu menunggu data, sehingga proses komputasi berjalan lebih efisien dan cepat.
2. Multi-link high-bandwidth
Setiap GPU memiliki beberapa jalur NVLink yang disebut lanes. Jalur-jalur ini bisa digabung untuk meningkatkan total bandwidth antar GPU hingga ratusan GB/s, jauh lebih tinggi daripada PCIe. Bandwidth yang besar ini memungkinkan pertukaran data berukuran besar sekaligus, sehingga model AI besar dapat diproses tanpa hambatan.
3. Topologi mesh untuk komunikasi bersamaan
NVLink mendukung koneksi GPU dalam topologi mesh, di mana beberapa GPU dapat saling bertukar data secara paralel tanpa saling menunggu. Topologi ini sangat berguna untuk distributed training, di mana sinkronisasi gradient harus dilakukan serentak di semua GPU agar training tetap konsisten.
4. Unified Memory antar GPU
NVLink memungkinkan GPU melihat memori GPU lain seolah-olah satu ruang alamat terpadu. Dengan fitur ini, GPU dapat membaca dan menulis data di memori GPU tetangga tanpa menunggu CPU, sehingga model berukuran besar dapat berjalan dengan lebih mudah dan cepat.
5. Stabil untuk model besar
Untuk model LLM, vision transformer, atau diffusion, pertukaran tensor antar GPU seringkali berukuran sangat besar. NVLink menjaga proses ini tetap stabil dan lancar, sehingga training dan inferensi model besar tidak terganggu oleh bottleneck komunikasi.
NVIDIA NVLink di GPU H200
NVIDIA H200 adalah salah satu GPU paling bertenaga untuk komputasi AI dan HPC. Pembangunan GPU ini menggunakan HBM3e yang sangat cepat dan besar, serta didukung penuh oleh NVLink generasi terbaru (Gen5).
Fitur NVLink pada H200
- Bandwidth antar GPU sangat tinggi: Total bandwidth dari multiple NVLink lanes membuat pertukaran data jadi sangat cepat.
- Terhubung dengan NVSwitch: Memungkinkan penyusunan node berisi banyak GPU yang dapat berkomunikasi tanpa bottleneck.
- Perancangannya bertujuan untuk model besar: Mulai dari LLM, multimodal model, hingga simulation workload.
- HBM3e 141 GB dan total >1 TB untuk 8 GPU: Jika mengombinasikannya dengan NVLink, maka GPU dapat membaca memori GPU lain dengan cepat.
- Ideal untuk 8 GPU per node: Format paling umum pada GPU cloud berperforma tinggi.
Mengapa NVLink sangat penting pada H200?
- H200 menghasilkan throughput komputasi yang ekstrem.
- Agar tidak idle, GPU membutuhkan arus data super cepat antar GPU.
- NVLink memastikan seluruh GPU bekerja penuh tanpa menunggu data.
Manfaat NVLink untuk GPU Cloud & AI Workload
NVIDIA NVLink tidak hanya membuat komunikasi antar GPU lebih cepat, tetapi juga menghadirkan berbagai manfaat langsung untuk workload AI di GPU cloud. Dari training model besar hingga inferensi skala besar, NVLink memastikan GPU dapat bekerja lebih efisien dan stabil. Berikut beberapa manfaat utamanya:
1. Training AI lebih cepat
Training model besar membutuhkan pertukaran data, gradient, dan tensor antar GPU secara terus-menerus. NVLink mempercepat proses ini dengan jalur komunikasi berkecepatan tinggi sehingga transfer data tidak lagi menjadi hambatan.
Hasilnya, pipeline training berjalan lebih stabil, throughput meningkat, dan proses training model seperti Llama, GPT, diffusion, atau recommendation engine dapat diselesaikan lebih cepat.
2. Cocok untuk model ultra-besar
Model dengan miliaran parameter membutuhkan komunikasi intens antar GPU. NVLink meminimalkan latency dan memastikan data dapat berpindah antar GPU dengan cepat, sehingga model besar dapat dijalankan tanpa gangguan. Hal ini membuat training model skala besar menjadi lebih praktis dan efisien.
3. Fleksibilitas konfigurasi GPU
NVLink mendukung berbagai konfigurasi GPU dalam satu node, mulai dari 2 GPU untuk eksperimen awal, 4 GPU untuk proyek menengah, hingga 8 GPU untuk training skala penuh.
Bahkan untuk cluster yang lebih besar, NVSwitch memungkinkan ratusan GPU saling terhubung dalam satu fabric, sehingga skalabilitas workload AI dapat diatur sesuai kebutuhan.
4. Efisiensi energi meningkat
Dengan NVLink, GPU tidak perlu menunggu data terlalu lama karena pertukaran antar GPU berlangsung cepat. Kondisi ini membuat pemakaian energi lebih efisien dan throughput keseluruhan sistem meningkat, sehingga biaya operasional GPU cloud dapat ditekan.
5. Inferensi model besar lebih responsif
Saat menjalankan inferensi model dengan 70Bโ400B parameter, NVLink mempercepat pembagian tensor antar GPU. Dampaknya, latensi lebih rendah, kapasitas model yang dapat dijalankan lebih besar, dan deployment model menjadi lebih efisien serta responsif.
Jalankan Workload AI Tanpa Hambatan
NVIDIA NVLink memberi jalur komunikasi berkecepatan tinggi antar GPU sehingga komputasi paralel berjalan efisien. Dengan bandwidth besar, latency rendah, dan mekanisme unified memory, NVLink membuat training dan inferensi model AI lebih cepat, stabil, dan scalable.
Pada GPU H200, NVLink menjadi elemen penting yang memungkinkan performa multi-GPU benar-benar optimal.
Jika ingin menjalankan workload AI intensif tanpa bottleneck komunikasi antar GPU, GPUaaS Indonesia menyediakan platform berbasis NVIDIA H200 yang sudah mendukung NVIDIA NVLink dan dapat dikustomisasi hingga 8 GPU per instance.
Dilengkapi arsitektur cloud-native dan delivery berbasis container GPU, sehingga bisa langsung menjalankan training maupun inferensi tanpa konfigurasi rumit. Dengan keunggulan berikut:
- Hingga 8ร NVIDIA H200
- Hingga 3.958 TFLOPS
- Hingga 1.128 GB HBM3e Memory
- NVIDIA NVLink Supported
- Skema pay-as-you-go mulai per jam
Cocok untuk training LLM, fine-tuning, multimodal model, hingga inferensi besar tanpa perlu investasi hardware.
Table of Contents




