Tips Memilih Odoo Hosting di 2026
Memilih Odoo hosting tahun 2026 itu rasanya makin tricky. Pilihannya makin banyak, teknologinya makin matang, sementara kebutuhan bisnis juga makin kompleks.
Salah langkah sedikit, maka efeknya bisa ke operasional harian, kecepatan tim, sampai keputusan strategis.
Karena itu, sebelum tanda tangan langganan atau sewa server, kamu perlu lihat Odoo hosting sebagai fondasi sistem. Ingin tahu cara memilihnya? Cek sini!
Tips Memilih Odoo Hosting di 2026
Sebelum pilih, baiknya jangan terburu-buru. Simak beberapa tips pilih Odoo hosting di sini!
1. Kenali Jenis Hosting Odoo yang Tersedia
Sebelum bicara performa atau harga, kamu perlu tahu bentuk hosting Odoo yang tersedia. Setiap opsi membawa konsekuensi berbeda ke cara kerja tim dan fleksibilitas sistem.
- Odoo Online: cocok buat kamu yang ingin serba praktis. Semua urusan server, update, backup, dan patch jalan otomatis. Jadi, kamu fokus pakai aplikasi, tanpa pusing urusan teknis. Kekurangannya, ruang kustomisasi cukup terbatas.
- Odoo.sh: memberi fleksibilitas lebih. Kamu bisa pasang modul pihak ketiga, pakai environment staging, lalu mengatur alur development lebih rapi. Maka ppsi ini pas buat tim yang mulai serius mengembangkan Odoo sesuai kebutuhan internal.
- Hosting VPS atau cloud mandiri: memberi kontrol penuh. Kamu bebas mengatur konfigurasi, performa, hingga struktur keamanan. Opsi ini terasa hemat jangka panjang, asal kamu punya tim teknis atau partner yang paham Odoo.
- On-premise menawarkan kendali total atas data dan server. Namun, semua beban maintenance, keamanan, dan upgrade jatuh ke tangan internal. Pilihan ini cocok buat organisasi dengan regulasi ketat dan tim IT solid.
2. Performa dan Uptime Wajib Jadi Prioritas
Odoo cloud hosting yang kamu pilih harus mengutamakan dua hal, yakni performa dan uptime.
Odoo bukan website biasa. Namun, sistem ini mengelola transaksi, laporan, stok, dan data keuangan secara real time. Begitu performa turun, ritme kerja ikut melambat.
Jadi, pastikan server memakai SSD atau NVMe supaya proses baca tulis data tetap gesit. Lalu cek jaminan uptime minimal 99,9% agar operasional tetap aman saat jam sibuk.
Jangan lupa perhatikan alokasi CPU dan RAM, karena modul Odoo cukup rakus resource saat user bertambah.
Provider yang serius biasanya sudah menyiapkan konfigurasi khusus Odoo hosting. Ini membantu menjaga sistem tetap stabil walau beban kerja meningkat.
3. Lihat Skala dan Rencana Pertumbuhanmu
Odoo jarang dipakai buat kebutuhan sementara. Kamu perlu memikirkan kondisi satu sampai tiga tahun ke depan.
Tanyakan pada diri sendiri: bagaimana kalau user bertambah dua kali lipat, lalu modul makin kompleks, dan volume data terus naik. Odoo hosting yang kamu pilih harus sanggup mengikuti pertumbuhan itu.
Cloud yang scalable memberi kemudahan upgrade resource tanpa proses ribet. VPS yang baik juga memberi opsi tambah CPU, RAM, atau storage tanpa migrasi besar. Dengan begitu, sistem tumbuh seiring bisnis, bukan jadi penghambat.
4. Perlu Perhatian Serius pada Keamanan
Odoo menyimpan data sensitif, mulai dari laporan keuangan sampai informasi pelanggan. Jadi, keamanan perlu perhatian serius sejak awal.
Jadi, pastikan hosting menyediakan backup otomatis, enkripsi trafik HTTPS, firewall aktif, serta proteksi dari serangan DDoS. Akses user juga perlu kontrol jelas agar setiap peran punya batasan yang tepat.
Kalau kamu memilih self-hosted, maka pastikan tim memahami praktik keamanan Odoo. Konfigurasi sederhana yang salah bisa membuka celah besar.
5. Dukungan Teknis Wajib 24/7
Saat Odoo bermasalah, operasional bisa ikut berhenti. Karena itu, dukungan teknis punya peran besar.
Cari provider yang memberi support 24 jam, respons cepat, dan paham Odoo secara spesifik. Tim support yang mengerti arsitektur Odoo biasanya lebih sigap saat menangani error, migrasi, atau tuning performa.
Support yang baik sering terasa mahal, padahal justru menyelamatkan biaya downtime.
6. Mudah Deploy dan Maintain
Hosting Odoo Indonesia atau Odoo manapun yang kamu gunakan harus mudah dalam hal deploy dan maintain.
Proses deploy dan maintenance sebaiknya terasa ringan, apalagi kalau kamu tidak punya tim DevOps khusus.
Fitur seperti template Odoo siap pakai, staging environment, integrasi Git, serta dokumentasi jelas akan sangat membantu. Pasalnya, semua itu mempercepat update, mengurangi risiko error, dan menjaga sistem tetap rapi.
Cloud dan PaaS biasanya unggul pada sisi ini, meski biayanya cenderung lebih tinggi.
7. Bandingkan harga Total Kepemilikan (TCO)
Harga bulanan Odoo hosting murah sering terlihat menarik, tapi belum tentu aman jangka panjang. Kamu perlu menghitung total biaya kepemilikan.
Namun, kamu perlu masukkan biaya server, backup, keamanan tambahan, support, serta potensi upgrade atau migrasi.
Dengan cara ini, kamu bisa melihat gambaran biaya nyata sepanjang masa pakai, bukan sekadar angka awal.
Jangan Lupa Pilih Infrastruktur Odoo Terbaik agar Optimal
Kalau kamu sudah paham tips memilih Odoo hosting, langkah berikutnya adalah memilih infrastruktur yang benar-benar sanggup mengikuti ritme sistem ERP.
Pada tahap ini, pilihan server akan sangat menentukan stabilitas, kecepatan, dan ruang tumbuh Odoo ke depan. Biznet Gio menyiapkan dua opsi yang relevan untuk kebutuhan berbeda:
VPS Performa Tinggi Biznet Gio
VPS NVMe Biznet Gio Cocok untuk Odoo yang aktif, berkembang, dan butuh respons cepat:
- SSD NVMe enterprise dengan IOPS tinggi untuk database Odoo
- vCPU dan RAM dedicated agar performa konsisten
- Skalabilitas instan saat user dan modul bertambah
Dedicated Server Biznet Gio
Dedicated Server Biznet Gio Ideal untuk Odoo kompleks dan beban besar.
- Bare metal AMD EPYC atau Intel Xeon
- Kontrol penuh sistem dan keamanan
- Jaringan enterprise yang stabil untuk operasional kritikal
Table of Contents




