Kehadiran berbagai plugin Figma membantu UI/UX designer untuk mengisi konten, menarik asset visual, hingga menyusun alur produk digital.
Tanpa plugin, designer masih bisa bekerja. Namun dengan plugin yang tepat, proses desain terasa jauh lebih efisien karena banyak langkah manual bisa hilang dari workflow harian.
Jumlah plugin Figma sudah mencapai ribuan, sehingga kamu perlu seleksi agar workflow tetap rapi dan fokus.
15+ Plugin Figma Terbaik, UI/UX Designer Wajib Tahu!
Karena jumlah plugin Figma sudah ada ribuan, maka selektif adalah hal wajib. Kalau kamu UI/UX designer, wajib tahu daftar plugin berikut:
1. Unsplash
Unsplash akan memudahkan kamu mencari foto berkualitas tinggi langsung dari dalam Figma.
Penggunaan plugin Figma satu ini juga mudah. Kamu cukup mengetik keyword, lalu sistem langsung menampilkan ribuan gambar yang siap masuk ke layout desain.
Cara ini membantu ketika kamu membuat hero section website, landing page, atau mockup aplikasi.
Tanpa plugin ini, kamu biasanya harus membuka browser, mengunduh gambar, lalu mengimpor ulang ke canvas desain.
2. Iconify
Iconify adalah best Figma plugin yang bisa memberi akses ke ratusan ribu ikon dari berbagai library populer.
Kamu bisa mencari ikon navigasi, tombol, atau simbol UI tanpa perlu mengunduh file SVG secara manual.
Banyak UI designer memakai plugin ini karena konsistensi ikon sangat penting dalam desain produk digital. Ketika semua ikon berasal dari library yang sama, tampilan interface terasa lebih rapi dan profesional.
3. Autoflow
Selanjutnya, ada Autoflow. Plugin ini membantu kamu membuat user flow dengan sangat cepat.
Kamu cukup memilih dua frame, lalu plugin langsung menggambar koneksi antar layar. Hal ini sangat membantu ketika kamu sedang mempresentasikan alur aplikasi kepada tim produk atau developer.
Tanpa Autoflow, kamu harus menggambar panah satu per satu sehingga proses dokumentasi UX terasa lebih lambat.
4. Stark
Stark adalah plugin Figma yang bisa membantu kamu mengecek aksesibilitas desain. Plugin ini mengevaluasi kontras warna teks serta background, lalu memberikan simulasi bagaimana tampilan desain bagi pengguna dengan gangguan penglihatan.
Saat ini banyak digital produk modern yang menuntut standar aksesibilitas tertentu. Karena itu Stark sering menjadi plugin penting bagi designer yang bekerja pada produk berskala besar.
5. Remove BG
Kemudian, ada Remove BG. Remove BG memotong background gambar secara otomatis.
Kamu hanya perlu memilih gambar lalu plugin langsung memisahkan objek utama dari latar belakang.
Fitur ini sangat membantu ketika kamu menggunakan foto produk atau avatar pengguna pada desain aplikasi.
Tanpa plugin ini, maka kamu biasanya harus membuka aplikasi pengolah gambar tambahan.
6. Figmotion
Lalu, ada Figmotion. Figmotion memungkinkan kamu membuat animasi langsung di Figma menggunakan sistem timeline dan keyframe.
Banyak UI designer memakai plugin ini untuk membuat micro interaction seperti animasi tombol atau transisi halaman.
Animasi kecil seperti ini membantu tim produk memahami bagaimana interaksi aplikasi akan terasa ketika pengguna benar-benar memakai produk tersebut.
7. Content Reel
Content Reel membantu kamu mengisi desain dengan data realistis seperti nama, alamat email, foto profil, atau teks UI.
Dengan konten yang terlihat nyata, prototype desain terasa lebih hidup sehingga tim atau klien bisa memahami konteks produk dengan lebih jelas.
Plugin ini juga mempercepat tahap awal desain karena kamu tidak perlu membuat data dummy secara manual.
8. UIGradient
UIGradient adalah plugin Figram yang menyediakan banyak kombinasi warna gradient siap pakai.
Kamu bisa mencoba berbagai kombinasi warna dengan cepat tanpa harus meracik palette secara manual.
Bagi designer yang sering mengeksplor visual style modern, maka plugin ini membantu menemukan komposisi warna yang menarik.
9. Wireframe
Plugin Wireframe bisa membantu kamu membangun struktur layout dengan cepat. Kamu bisa membuat kerangka halaman aplikasi atau website tanpa perlu menggambar setiap komponen dari nol.
Pada tahap UX, kecepatan eksplorasi ide jauh lebih penting daripada detail visual. Karena itu plugin seperti Wireframe sering dipakai pada tahap awal desain produk.
10. TinyImage Compressor
TinyImage Compressor membantu kamu mengecilkan ukuran file gambar sebelum proses export.
Banyak designer sering lupa bahwa ukuran asset memengaruhi performa website atau aplikasi. Dengan kompresi yang tepat, kamu bisa menjaga kualitas visual sekaligus mengurangi ukuran file.
11. Breakpoints
Breakpoints membantu kamu mengevaluasi responsivitas desain. Plugin ini memungkinkan kamu melihat bagaimana layout berubah ketika ukuran layar berubah.
Hal ini sangat penting dalam desain produk digital karena pengguna membuka aplikasi dari berbagai perangkat.
12. Blush
Blush menyediakan ilustrasi yang bisa kamu kustomisasi langsung di Figma. Kamu bisa mengubah warna, karakter, bahkan pose ilustrasi sesuai kebutuhan desain.
Banyak designer memakai Blush untuk halaman onboarding, landing page, atau ilustrasi produk digital.
13. Lummi
Lummi memanfaatkan teknologi AI untuk menghasilkan visual baru secara otomatis. Kamu bisa membuat gambar untuk konsep desain tanpa harus mencari asset eksternal. Plugin ini sering membantu ketika kamu sedang mengeksplor ide visual atau membuat mockup cepat.
14. Material Design Icons
Plugin ini menyediakan ikon resmi dari sistem desain Material Design. Banyak aplikasi modern memakai gaya visual tersebut sehingga plugin ini membantu menjaga konsistensi tampilan interface.
15. Flip Colors
Flip Colors memungkinkan kamu menukar warna dalam desain secara otomatis. Ketika kamu ingin mencoba variasi palette baru, plugin ini bisa mengganti warna secara massal dalam waktu singkat.
16. UIHut
UIHut menyediakan berbagai UI kit serta komponen desain siap pakai. Kamu bisa mengambil layout dashboard, komponen kartu, atau elemen navigasi lalu menyesuaikannya dengan kebutuhan produk.
Bagi designer yang bekerja dengan deadline ketat, maka plugin Figma seperti ini sangat membantu mempercepat proses desain.
Daftar Singkat Plugin Figma dan Kegunaannya
Agar lebih mudah memahaminya, berikut ini daftar singkatnya:
| Plugin Figma | Fungsi Utama | Manfaat untuk Designer |
| Unsplash | Menyediakan foto berkualitas tinggi langsung dari dalam Figma | Mempercepat pengisian visual untuk hero section, landing page, dan mockup aplikasi |
| Iconify | Akses ke ratusan ribu ikon dari berbagai library populer | Memudahkan pencarian ikon UI tanpa perlu unduh file SVG secara manual |
| Autoflow | Menghubungkan frame secara otomatis | Mempercepat pembuatan user flow dan dokumentasi UX |
| Stark | Mengecek aksesibilitas desain | Membantu memastikan kontras warna serta standar aksesibilitas UI |
| Remove BG | Menghapus background gambar secara otomatis | Memisahkan objek utama dari latar belakang tanpa aplikasi tambahan |
| Figmotion | Membuat animasi dengan sistem timeline dan keyframe | Membantu membuat micro interaction dan prototype animasi |
| Content Reel | Menyediakan konten dummy seperti nama, email, dan foto profil | Mempermudah pengisian data realistis pada desain |
| UIGradient | Koleksi gradient siap pakai | Mempercepat eksplorasi kombinasi warna pada UI modern |
| Wireframe | Komponen wireframe siap pakai | Membantu membuat struktur layout pada tahap awal UX |
| TinyImage Compressor | Mengompres ukuran gambar | Mengurangi ukuran asset tanpa mengurangi kualitas visual |
| Breakpoints | Simulasi tampilan pada berbagai ukuran layar | Membantu mengecek responsivitas desain |
| Blush | Ilustrasi yang dapat dikustomisasi | Mempermudah pembuatan ilustrasi untuk landing page atau onboarding |
| Lummi | Menghasilkan visual menggunakan AI | Membantu eksplorasi konsep desain dan mockup lebih cepat |
| Material Design Icons | Koleksi ikon dari sistem desain Material | Menjaga konsistensi ikon pada desain aplikasi |
| Flip Colors | Menukar warna desain secara otomatis | Mempercepat eksperimen variasi color palette |
| UIHut | UI kit dan komponen desain siap pakai | Mempercepat pembuatan layout interface dan komponen desain |
Desain UI Sudah Siap, Sekarang Saatnya Online-kan Website Kamu
Setelah desain UI/UX selesai kamu kerjakan lewat berbagai plugin Figma, langkah berikutnya tentu membawa desain itu menjadi website yang benar-benar online.
Di sini, kamu butuh infrastruktur yang stabil agar proyek desain bisa berjalan lancar.
Salah satu opsi menarik yang bisa kamu pertimbangkan yakni layanan cloud milik Biznet Gio yang menyediakan Web Hosting Murah sekaligus VPS Gratis Bandwidth untuk berbagai kebutuhan website dan aplikasi.
Dengan Web Hosting Murah dari Biznet Gio, kamu bisa dapat:
- Harga terjangkau mulai sekitar Rp15.000 per bulan
- Storage SSD dengan performa tinggi
- Gratis domain dan SSL pada paket tertentu
- Unlimited email account dan database
- Uptime server hingga 99,9%
Kalau pilih VPS dari Biznet Gio, ini yang kamu peroleh:
- VPS berbasis KVM dengan resource dedicated
- Gratis bandwidth tanpa batas kuota traffic
- Storage SSD dengan opsi upgrade fleksibel
- Dukungan Docker dan Kubernetes
- Proteksi keamanan berlapis serta snapshot backup
Dengan dua opsi ini, kamu bisa memilih layanan sesuai kebutuhan proyek, baik untuk website sederhana, portofolio, maupun aplikasi digital yang skalanya lebih besar.
Table of Contents




