Banyak orang mengejar traffic website tanpa benar-benar paham apa yang sebenarnya mereka kejar. 

Angka kunjungan memang terlihat menarik saat naik, namun angka saja tidak pernah cukup. 

Kamu perlu tahu siapa yang datang, dari mana asalnya, halaman mana yang mereka baca, lalu tindakan apa yang mereka ambil setelah itu. 

Saat kamu memahami pola tersebut, maka kamu tidak lagi menebak-nebak strategi, dan kamu mulai mengambil keputusan berbasis data. 

Di mana harus cek traffic website? Bisa pakai beberapa tools yang ada di sini. 

10+ Tools Praktis untuk Cek Traffic Website

Ingin tahu apa saja tools yang berguna untuk cek traffic website? Ini jawabannya: 

1. Google Analytics

Ini pilihan paling kuat saat kamu ingin membaca performa situs secara detail. Google Analytics 4 membawa pendekatan berbasis event, jadi kamu bisa melacak klik, scroll, view, hingga konversi tanpa bergantung pada session model lama. 

Dengan tools cek traffic website ini, kamu dapat memetakan user journey dari awal kunjungan sampai aksi akhir, lalu mengelompokkan audiens berdasarkan perilaku. 

Selain itu, kamu bisa menghubungkan GA4 dengan Google Ads dan Search Console agar data kampanye serta data organik menyatu dalam satu dashboard. 

Karena kamu memasang tracking code langsung pada situs, ,ala data yang muncul merepresentasikan aktivitas aktual pengunjung. 

Banyak tim marketing memakai tools cek traffic website GA4 untuk membaca funnel, menghitung conversion rate, serta menguji landing page secara lebih presisi.

2. Google Search Console (GSC)

Kalau kamu ingin tahu bagaimana Google memandang situsmu, maka pakai GSC. Pasalnya, tool ini akan memberi data klik, impresi, CTR, serta posisi rata-rata untuk setiap kata kunci yang memunculkan halamanmu pada hasil pencarian. 

Nantinya, kamu bisa melihat halaman mana yang sering tampil namun kurang klik, lalu memperbaiki judul dan meta description. 

Kamu juga bisa mengirim sitemap, memantau indexing, serta mengecek error teknis seperti halaman tidak terindeks atau masalah mobile usability. 

Banyak praktisi SEO memakai GSC untuk menemukan peluang keyword baru karena laporan query sering menampilkan variasi kata kunci yang belum kamu targetkan secara eksplisit.

3. Semrush

Selanjutnya, ada Semrush. Semrush menghadirkan database keyword besar dan fitur analisis kompetitor yang agresif. 

Dengan tools cek website ini, kamu bisa memasukkan domain pesaing, lalu melihat estimasi traffic organik, paid search, distribusi keyword, bahkan saluran referral utama. 

Selain itu, fitur Traffic Analytics memberi gambaran sumber kunjungan seperti direct, search, sosial, hingga display ads. 

Tim konten sering memakai fitur Keyword Gap untuk membandingkan domainmu dengan kompetitor, lalu mencari celah konten yang belum kamu isi. 

Walau data bersifat estimasi, tapi Semrush memproses jutaan keyword global sehingga kamu tetap mendapat arah strategi yang masuk akal.

4. Ahrefs

Kemudian, ada Ahrefs. Ahrefs dikenal kuat pada analisis backlink, namun modul Site Explorer juga memberi estimasi traffic organik serta daftar keyword per halaman. 

Dengan itu, kamu bisa melihat halaman mana yang menyumbang traffic terbesar, kemudian meniru struktur atau pendekatan topiknya. 

Ahrefs menghitung potensi traffic berdasarkan ranking keyword dan volume pencarian, sehingga kamu bisa memproyeksikan pertumbuhan. 

Selain itu, fitur Content Gap membantu kamu menemukan keyword yang pesaing kuasai sementara situsmu belum. 

5. SimilarWeb

SimilarWeb cocok saat kamu ingin memetakan lanskap pasar secara cepat. Kamu cukup memasukkan domain, lalu sistem menampilkan estimasi total kunjungan bulanan, durasi rata-rata, pages per visit, hingga bounce rate. 

Selain itu, kamu bisa melihat distribusi sumber traffic dan negara asal audiens. Tool ini sering dipakai untuk validasi ide niche karena kamu dapat membandingkan beberapa domain dalam satu industri.

6. Yandex.Metrica

Lalu, ada Yandex.Metrica. Yandex.Metrica menawarkan fitur heatmap dan session replay secara gratis. 

Kamu bisa melihat klik pengunjung, pergerakan kursor, hingga rekaman sesi untuk memahami perilaku nyata. 

Fitur ini membantu kamu mengevaluasi tata letak halaman serta efektivitas CTA. Selain itu, Metrica menyediakan laporan funnel dan konversi yang cukup detail. 

7. Ubersuggest

Ubersuggest memberi pendekatan sederhana untuk riset keyword dan estimasi traffic domain. Dengan tools ini, kamu bisa melihat volume pencarian, tingkat kesulitan SEO, serta halaman populer dari suatu situs. 

Tool ini cocok untuk kamu yang baru mulai belajar SEO karena tampilannya mudah dipahami. 

Selain itu, Ubersuggest menampilkan ide konten berdasarkan keyword yang kamu masukkan, sehingga kamu bisa mengembangkan topik dengan lebih terarah.

8. Statcounter / Histats

Kemudian, ada Histats. Statcounter dan Histats menawarkan pelacakan real-time dengan pemasangan script ringan. 

Kamu bisa memantau jumlah pengunjung aktif, asal negara, perangkat, serta halaman yang sedang dibuka. 

Tool ini sering dipakai blogger karena proses instalasi cepat dan laporan mudah dibaca. Meski fiturnya tidak sedalam GA4, kamu tetap mendapat gambaran tren kunjungan harian secara praktis.

9. Sitechecker

Sitechecker menggabungkan audit SEO teknis dengan estimasi traffic. Kamu bisa memeriksa kesehatan halaman, menemukan broken link, lalu memantau ranking keyword dalam satu dashboard. 

Tool ini membantu kamu menghubungkan performa teknis dengan potensi kunjungan. Banyak pemilik bisnis kecil memakai Sitechecker untuk memastikan struktur situs tetap optimal sekaligus memantau pertumbuhan traffic organik.

10. Serpstat

Serpstat menyediakan analisis keyword, audit situs, serta riset kompetitor. Kamu bisa melihat distribusi keyword organik, posisi rata-rata, serta halaman yang mendatangkan traffic terbesar. 

Fitur clustering keyword membantu kamu menyusun struktur konten berdasarkan topik yang saling terkait. Dengan begitu, kamu bisa membangun topical authority secara lebih sistematis. 

Clustering keyword juga jadi salah satu metode atau cara meningkatkan traffic website secara sistematis. 

11. Alexa (historis)

Alexa pernah menjadi rujukan ranking global berbasis estimasi traffic dan engagement. Banyak marketer memakai Alexa Rank untuk menilai popularitas domain secara cepat. 

Walau layanan resminya sudah berhenti, tapi konsep ranking berbasis estimasi traffic tetap memengaruhi cara banyak tool modern bekerja.

Jangan Cuma Cek Traffic, Pastikan Pondasi Website Kamu Cukup Kuat!

Setelah kamu tahu cara cek traffic website dan membaca performanya lewat berbagai tools, ada satu pertanyaan penting yakni sudahkah fondasinya cukup kuat? 

Karena percuma traffic naik kalau server ngos-ngosan. Percuma konten ranking kalau loading lambat. Di sinilah kamu perlu memastikan hosting yang kamu pakai memang siap menopang pertumbuhan.

Biznet Gio menawarkan dua pilihan yang relevan untuk fase berbeda. Ada Web Hosting Murah untuk kebutuhan awal hingga menengah, serta Unlimited Hosting Murah untuk kamu yang ingin fleksibilitas lebih luas tanpa ribet hitung resource.

Kalau kamu baru membangun blog, company profile, landing page, atau toko online skala kecil, paket Web Hosting Murah dari Biznet Gio sudah cukup untuk jalan. 

Harga mulai Rp15.000 per bulan memberi kamu akses ke SSD storage, email unlimited, SSL gratis, serta cPanel yang familiar.

Tapi kalau kamu mengelola banyak website, mengerjakan proyek klien, atau membangun sistem yang lebih kompleks, maka Unlimited Hosting jadi opsi yang masuk akal. Kamu tidak perlu pusing soal batasan email, database, atau data transfer.


Butuh hosting yang gak nyusahin? Hemat, unlimited, dan CS responsive 24/7