Jangan cuma mengandalkan marketplace dan media sosial. Kamu juga wajib punya website UMKM yang akan memberimu kendali penuh atas brand, data pelanggan, serta strategi pemasaran.
Kamu bebas atur tampilan, susun narasi, lalu arahkan pengunjung ke aksi yang kamu mau, entah itu beli, daftar, atau sekadar bertanya.
Website UMKM membuat usaha terlihat lebih serius karena calon pelanggan bisa menilai profesionalitas dari struktur, konten, serta konsistensi pesan yang kamu tampilkan.
Namun, memang alur pembuatannya tidak semua orang paham. Ingin memahaminya? Cek lengkap di sini!
Cara Membuat Website UMKM
Pembuatan website UMKM memiliki beberapa langkah dan alurnya sendiri. Kalau ingin tahu, cek sini:
1. Tentukan Tujuan Website
Kamu harus mulai dari tujuan yang jelas. Jangan asal bikin karena ikut tren. Mau langsung jualan dengan sistem checkout?
Atau cukup tampilkan katalog lalu arahkan pembeli ke WhatsApp? Atau kamu ingin bangun citra sebagai brand edukatif lewat artikel blog?
Tujuan akan menentukan struktur halaman. Kalau fokus pada penjualan, kamu perlu halaman produk yang rapi serta tombol beli yang menonjol.
Kalau ingin tonjolkan branding, maka kamu harus susun halaman โTentang Kamiโ dengan cerita yang kuat.
Jadi sebelum bicara teknis, kamu tentukan arah dulu. Dengan begitu, kamu tidak buang waktu revisi konsep berkali-kali.
2. Pilih Platform yang Tepat
Setelah tahu tujuan, kamu pilih platform yang sesuai kemampuan dan kebutuhan. Banyak UMKM memakai WordPress, Wix, atau Google Sites karena prosesnya cepat dan tidak ribet. Kamu cukup pilih template, atur tampilan, lalu isi konten.
WordPress sering jadi pilihan favorit karena fleksibel. Kamu bisa mulai dari landing page sederhana, lalu kembangkan jadi toko online lengkap dengan sistem pembayaran.
Plugin e-commerce seperti WooCommerce memudahkan pengelolaan produk, stok, hingga laporan penjualan.
Kalau kamu ingin kontrol lebih besar serta potensi SEO jangka panjang, maka WordPress memberi ruang eksplorasi lebih luas. Namun kalau kamu ingin praktis, Wix bisa jadi solusi cepat tanpa banyak pengaturan teknis.
3. Registrasi Domain dan Hosting
Tahapan pembuatan website UMKM selanjutnya yakni dengan registrasi domain dan hosting.
Domain berfungsi sebagai alamat unik, misalnya namabisnismu.com. Hosting berfungsi sebagai tempat penyimpanan seluruh file website.
Kamu perlu memilih nama domain yang singkat, mudah diingat, serta relevan dengan brand.
Selain domain, kamu pun perlu memilih Web Hosting Biznet Gio yang harganya ramah untuk UMKM.
Mulai dari harga Rp15.000 per bulan, kamu sudah dapat paket starter efisien dengan resource yang optimal buat website UMKM sederhana dan kebutuhan digital awal.
4. Pilih Tema atau Desain yang Konsisten
Kemudian, kamu harus memilih tema dan desain yang konsisten dalam website UMKM yang dibuat.
Pasalnya, desain memengaruhi kesan pertama. Saat pengunjung membuka halaman, mereka langsung menilai kualitas brand dari tampilan visual.
Jadi, kamu perlu pilih tema yang bersih, ringan, serta mudah dinavigasi. Jangan terlalu ramai karena itu mengganggu fokus.
Gunakan warna yang selaras dengan identitas brand. Kalau kamu menjual produk herbal, warna alami seperti hijau atau cokelat bisa memperkuat pesan.
Atur font agar mudah dibaca, lalu susun layout yang rapi. Pastikan menu navigasi jelas sehingga pengunjung tidak bingung mencari produk.
Konsistensi desain membangun rasa percaya karena brand terlihat serius dan terstruktur.
5. Isi Konten dengan Tepat
Konten menjadi inti dari seluruh website. Kamu perlu tampilkan profil usaha secara ringkas namun meyakinkan. Ceritakan latar belakang bisnis, nilai yang kamu pegang, serta komitmen pada pelanggan.
Lalu tampilkan daftar produk atau layanan dengan foto berkualitas. Sertakan deskripsi yang jelas, harga, serta cara pemesanan. Tambahkan testimoni agar calon pelanggan merasa lebih yakin.
Kamu juga perlu cantumkan kontak yang mudah dihubungi, misalnya WhatsApp atau email. Informasi harus lengkap karena calon pembeli ingin kepastian sebelum transaksi. Semakin jelas penjelasanmu, semakin kecil keraguan mereka.
6. Publikasikan dan Promosikan
Setelah website siap, kamu jangan berhenti pada tahap publikasi. Kamu harus aktif promosi. Bagikan tautan lewat Instagram, TikTok, atau Facebook. Sertakan link pada bio media sosial agar orang mudah mengakses.
Daftarkan usaha ke Google Business Profile supaya nama bisnismu muncul saat orang mencari layanan serupa pada area sekitar.
Kamu juga bisa pasang QR code pada kemasan produk agar pembeli lama bisa kembali ke website dengan cepat.
Website akan bekerja maksimal saat kamu konsisten arahkan trafik ke sana. Jadi kamu perlu memadukan strategi konten, media sosial, serta optimasi mesin pencari.
Tabel Alur Pembuatan Website UMKM
| Tahap | Fokus Utama | Output yang Harus Kamu Hasilkan |
| Tentukan Tujuan | Arah bisnis dan fungsi website | Website fokus jualan, katalog, atau branding |
| Pilih Platform | Tools yang akan kamu gunakan | WordPress, Wix, atau Google Sites |
| Domain & Hosting | Identitas dan โrumahโ website | Nama domain aktif + hosting siap pakai |
| Desain & Tema | Tampilan dan pengalaman pengguna | Layout rapi, warna konsisten, navigasi jelas |
| Isi Konten | Informasi dan daya tarik brand | Profil usaha, produk, testimoni, kontak |
| Publikasi & Promosi | Distribusi trafik | Website online dan terhubung ke media sosial |
Contoh Website UMKM yang Layak Kamu Jadikan Referensi
Ada banyak manfaat memiliki website bagi UMKM mulai dari presensi digital hingga meningkatkan tingkat trust dari konsumen pada brand. Jika ingin mendapatkannya, kamu bisa melihat contoh-contoh berikut:
1. Cokelat Monggo

Website resmi Cokelat Monggo menampilkan desain bersih serta navigasi yang jelas. Kamu bisa langsung melihat kategori produk, lalu masuk ke halaman detail dengan foto tajam dan deskripsi informatif.
Tombol belanja terlihat tegas sehingga pengunjung paham harus klik ke mana. Struktur seperti ini memudahkan proses pembelian karena alurnya sederhana dan fokus pada produk.
2. Ladang Lima

Brand Ladang Lima memanfaatkan website untuk memperkuat cerita. Mereka menjelaskan visi, proses produksi, hingga komitmen pada petani lokal.
Kamu bisa belajar bahwa website tidak melulu soal jualan. Storytelling yang kuat membangun kedekatan emosional. Saat pengunjung merasa terhubung dengan nilai brand, peluang pembelian ikut meningkat.
3. Bucini

Website Bucini mengusung tampilan minimalis yang elegan. Fokus utama jatuh pada visual produk sehingga kesan premium terasa kuat.
Tata letak rapi serta sistem belanja tertata membuat pengalaman pengguna terasa nyaman. Kamu bisa meniru pendekatan ini kalau ingin memposisikan brand pada segmen menengah ke atas.
Sudah Punya Konsep Website UMKM? Jangan Sampai Salah Pilih Hosting!
Kalau kamu sudah mantap bikin website UMKM, langkah berikutnya yakni memastikan websitemu punya โrumahโ yang stabil dan cepat.
Di sini kamu bisa pertimbangkan Web Hosting Murah Indonesia dari Biznet Gio. Paketnya mulai dari Rp15.000 per bulan, sudah pakai SSD, gratis SSL, serta dukungan 24/7.
Resource juga lega, bahkan tersedia opsi unlimited untuk email dan database pada paket tertentu.
Cocok buat UMKM yang ingin tampil profesional tanpa keluar biaya besar di awal, lalu tetap punya ruang tumbuh saat trafik mulai naik.
Table of Contents




