Antisipasi dan Mitigasi Melalui Disaster Recovery Plan

Di saat semua aset dan operasional bisnis beralih ke komputasi awan, di saat yang sama pula setiap perusahaan mewacanakan rencana disaster recovery (DR) mereka. Namun wacana kerap kali tetap menjadi wacana ketika strategi DR gagal menjadi prioritas. Padahal perencanaan disaster recovery idealnya dilakukan sejak dini, bukan ketika isu baru muncul.

Untuk mempersiapkan keamanan yang baik demi keberlangsungan perusahaan, kita sering terjebak dengan paradigma menciptakan sebuah sistem yang sempurna. Nyatanya kegagalan selalu ada karena tidak ada sistem yang diciptakan tanpa celah. Alih-alih mempersiapkan kegagalan, kita mengalokasikan sumber daya pada solusi yang terkadang tidak tepat guna, dan sialnya Disaster Recovery Plan menjadi alternatif yang kesekian.

Disaster Recovery Plan lebih dari sekedar melakukan backup, tetapi juga termasuk prosedur dan manajemen pemulihan dari infrastruktur sebuah organisasi pasca bencana. Dalam prosesnya, DRP turut melingkupi startegi sebelum, saat terjadi, dan setelah bencana terjadi.

Disaster Recovery Plan berbasis komputasi awan merevolusi cara kita melakukan mitigasi bencana. Kita tidak perlu mengganti data backup menggunakan disk magnetis setiap hari, secara manual. Kini kita bisa melakukannya dengan lebih mudah, memangkas waktu dan biaya, serta tak hanya menyimpan berbagai aset perusahaan tetapi juga seluruh data operasional dan aplikasi. Tentunya dengan harga yang relatif terjangkau.

Salah satu komponen penting untuk menjalankan DRP adalah infrastruktur dengan performa tinggi yang memiliki fitur multi-region agar mendukung arsitektur active-active. Multi-region itu sendiri bekerja dengan melakukan replikasi dari layanan atau aplikasi dalam dua mesin fisik yang terpisah secara geografis (idealnya 25 Km). Jarak ideal tersebut ditetapkan untuk meredam dampak kerugian yang mungkin terjadi karena adanya kegagalan dalam satu region.


Di Indonesia sendiri, PT Biznet Gio Nusantara menjadi pionir penyedia layanan komputasi lokal yang menyediakan fitur multi-region. Setiap penggunanya kini dapat secara komprehensif merancang kebutuhan infrastruktur di dua region yang berbeda, dan dengan pengaturan yang tepat layanan pengguna akan selalu tersedia.

Saat ini Biznet Gio memiliki dua data center (Midplaza dan Technovillage), dan berencana akan menambah satu data center tambahan lagi. Fitur multi-region pun akan semakin kokoh seiring bertumbuhnya fasilitas dan layanan yang akan ditawarkan.

Ketika musibah melanda, entah karena alam atau kesalahan manusia, tiap-tiap entitas bisnis idealnya mampu menanggulangi sistem data penting perusahaan. Meski banyak faktor untuk diimplementasi, apalagi faktor biaya dari startup dan bisnis menengah, Disaster Recovery Plan berbasis komputasi awan adalah solusi yang paling masuk akal untuk mereka.