Cloud Computing, Langkah Tepat Untuk Memulai Startup

Perkembangan Startup di Indonesia bisa dikatakan cukup pesat dan menggembirakan. Setiap tahun bahkan setiap bulan banyak founder-founder (pemilik) Startup baru bermunculan. Menurut dailysocial.net, saat ini terdapat 1500 Startup local yang ada di Indonesia.

Berdasarkan data APJII 2015 saja diperkirakan pengguna internet di Indonesia mencapai 88.1 juta orang, dan akan terus bertambah beberapa tahun kedepannya. Selain itu daya beli masyarakat yang meningkat seiring dengan naiknya pendapatan perkapita masyarakat Indonesia ikut mempengaruhi perkembangan industri digital.

Atas alasan tersebut Startup di bidang digital sangat mempunyai potensi besar untuk berkembang di Indonesia, Cloud computing merupakan salah satu solusi paling tepat untuk memulai startup, karena beberapa alasan berikut.

Tanpa Investasi awal dan fleksible

Dengan cloud computing, kita dapat menggunakan sebuah layanan tanpa investasi yang besar di awal. Ini sangat penting bagi bisnis, terutama startup. Mungkin di awal bisnis anda tidak punya modal yang besar anda dapat mulai dari yang terkecil terlebih dahulu dan ketika startup anda berkembang dapat menggunakan yang lebih besar, pada awalnya startup mungkin hanya memerlukan satu server dengan 2 vCPU dan 2 GB Ram namun seiring berkembanganya bisnis maka kebutuhan meningkat menjadi 4vCpu dan 16 GB Ram. Tanpa Cloud Computing, maka sejak awal Startup harus membeli hardware yang cukup untuk sekian tahun ke depan. Dengan cloud computing, kita cukup membayar sesuai yang kita butuhkan

Fokus pada Bisnis, bukan IT

Dengan menggunakan Cloud Computing, fokus anda hanya pada bisnis perushaan, dan bukan berkecimpung di dalam pengelolaan IT. Hal ini dapat dilakukan karena pengelolaan IT dilakukan oleh Cloud Provider, dan bukan oleh kita sendiri. Misalnya, melakukan maintenance hardware, data center, koneksi internet, dan lain-lain. Apabila sudah memiliki tim IT, maka tim tersebut dapat fokus pada layanan IT yang spesifik untuk bisnis kita seperti programming atau developing website, sedangkan hal-hal secara infrastucture sudah ditangani oleh Cloud Provider.

Biaya modal yang lebih kecil

Memang terdapat pro-kontra mengenai manfaat dari menggeser dari model belanja modal (CapEx) ke model belanja operasional (OpEx). Secara umum disimpulkan bahwa untuk proyek-proyek jangka pendek dan menengah, model OpEx lebih menarik karena tidak ada komitmen finansial jangka panjang. Pada model OpEx tidak dibutuhkan investasi di awal, sehingga memungkinkan organisasi untuk memulai proyek lebih cepat tapi juga mengakhirinya tanpa kehilangan investasi apapun di layanan cloud ini.

Pay as you go

Pay-as-you-go adalah metode pembayaran untuk kCloud Computing yang biaya berdasarkan penggunaan. Metode pembayaran ini mirip dengan tagihan listrik, hanya membayar resource yang anda gunakan.

Salah satu manfaat utama dari metode pay-as-you-go adalah bahwa tidak ada resource yang yang terbuang, karena anda hanya membayar untuk resource yang pakai, bukan provisioning untuk sejumlah resource yang mungkin atau tidak dapat digunakan.

Beberapa hal tersebut dapat anda manfaatkan untuk membangun sebuah startup atau membuat startup anda lebih efektif dan efisien dengan Cloud Computing, selain itu masih ada keunggulan lainnya.