Saat ini, perkembangan Artificial Intelligence (AI) semakin pesat. Sejak kemunculan Chat GPT pada November 2022,  banyak perusahaan teknologi di luar sana yang juga turut membuat teknologi kecerdasan buatan serupa.

Sayangnya, perkembangan AI yang kian pesat turut memberikan dampak negatif terhadap beberapa lini industri. Sebab, saat ini, banyak industri yang terpaksa gulung tikar karena tergantikan oleh AI.

Itu artinya, ada beberapa industri yang saat ini sudah tidak relevan lagi dengan perkembangan AI. Mereka tidak bisa beradaptasi sehingga perannya tergantikan oleh kecerdasan buatan.

Namun, hal ini tidak berlaku bagi industri edutech. Apalagi, bagi Kobi Education, salah satu perusahaan edutech yang fokus mempersiapkan anak-anak Indonesia untuk kuliah di luar negeri. 

Sebab, industri edutech seperti Kobi ternyata masih relevan dengan perkembangan AI masa kini, terutama di tahun 2026. Mengapa demikian? Simak alasan kenapa industri edutech relevan dengan perkembangan AI di 2026 lewat artikel ini!

Berbagai Alasan Kenapa Industri Edutech Relevan Dengan Perkembangan AI

1. Industri Edutech Bisa Menggunakan AI Untuk Membuat Materi Ajar 

Industri Edutech bisa memanfaatkan perkembangan AI untuk membantu mereka dalam berbagai hal. Salah satunya dalam membuat materi ajar!

Perusahaan edutech, seperti Kobi Education, bisa meminta bantuan AI untuk membuat materi ajar yang lebih interaktif.

Sebab, saat ini, sudah banyak AI yang bisa digunakan untuk membantu tugas-tugas tersebut. Beberapa di antaranya, seperti Gemini, Teachy, Pictory, dan lain sebagainya.

Mereka bisa menggunakan semua AI tersebut untuk membuat materi ajar tes kemampuan bahasa Inggris, seperti IELTS dan TOEFL.

Dengan begitu, proses belajar mengajar yang terjadi antara siswa dan tutor bisa lebih cair dan tidak terkesan kaku!

2. Industri Edutech Bisa Memanfaatkan AI Untuk Membuat Soal Latihan

Membuat soal latihan kadang menjadi satu hal yang sulit bagi seorang tutor yang bekerja di perusahaan edutech.

Sebab, mereka harus memperbarui setiap soal latihan agar lebih relevan digunakan untuk mengetes kemampuan siswa.

Namun, tutor-tutor yang bekerja di industri edutech saat ini sudah tidak perlu khawatir lagi. 

Sebab, mereka bisa memanfaatkan teknologi AI, seperti Gemini atau Chat GPT, untuk mencari inspirasi latihan soal yang cocok untuk siswa!

Misalnya, tutor ingin membuat soal latihan TOEFL untuk siswa. Mereka tinggal minta AI untuk membuatkan berbagai referensi soal yang relevan!

Namun, di sini tutor juga perlu jeli. Sebab, tidak semua referensi dari AI benar dan dapat dipercaya.

Oleh karena itu, tutor dari industri edutech juga masih berperan penting untuk memfilter segala informasi yang bersumber dari AI.

3. Tutor Dari Industri Edutech Bisa Menggunakan AI Untuk Mengajar

Selain untuk membuat materi ajar dan soal latihan, tutor dari perusahaan edutech juga bisa memanfaatkan AI untuk mengajar. 

Sebagai contoh, ketika seorang tutor bahasa Inggris ingin mengajar materi Speaking IELTS, mereka bisa menggunakan AI seperti Promova.

Promova berfungsi untuk melatih Speaking siswa menggunakan bahasa Inggris. AI ini akan menyediakan lawan bicara virtual yang bisa jadi partner Speaking siswa.

Selain jadi lebih interaktif, penggunaan AI oleh tutor seperti ini juga bisa meningkatkan kepuasan belajar siswa sehingga hasil jadi lebih maksimal.

4. Industri Edutech Bisa Memanfaatkan AI Untuk Menganalisis Gaya Belajar Siswa

Setiap siswa tentu memiliki gaya belajar yang berbeda-beda. Sebab, setiap manusia punya gaya belajarnya masing-masing. 

Beberapa contohnya, seperti auditory, visual, audio visual, dan kinestik. Namun, ada juga orang yang memiliki tiga kombinasi gaya belajar berbeda!

Ini tentu jadi tantangan tersendiri bagi industri edutech untuk membuat metode belajar yang sesuai dengan gaya belajar tiap siswa.

Namun, dengan bantuan AI, hal ini bisa menjadi mudah. Sebab, pihak manajemen perusahaan edutech bisa menggunakan AI untuk menganalisis gaya belajar siswa!

Perusahaan edutech bisa mengembangkan teknologi AI sendiri untuk menganalisis gaya belajar siswa mereka. 

Setelah itu, siswa tinggal diminta untuk mengisi preferensi metode belajar yang mereka sukai ke dalam AI.

Nanti, AI-lah yang akan menentukan seperti apa gaya belajar siswa dan bagaimana metode belajar yang pas digunakan untuk siswa terkait.

5. AI Bisa Membantu Industri Edutech Untuk Mengevaluasi Hasil Belajar Siswa

Teknologi AI juga bisa membantu perusahaan edutech untuk mengevaluasi hasil belajar siswa.

Caranya adalah dengan mengintegrasikan teknologi AI ke dalam sistem atau aplikasi simulasi soal!

Misalnya, sebuah perusahaan edutech bimbingan kuliah di luar negeri ingin memperbarui sistem evaluasi hasil belajar IELTS untuk siswanya.

Maka, mereka bisa membuat sistem AI sendiri yang diintegrasikan ke dalam sistem atau aplikasi simulasi soal untuk siswa.

Nantinya, sistem AI akan memberikan analisis hasil evaluasi belajar secara otomatis berdasarkan nilai simulasi tes IELTS yang sudah dilakukan oleh siswa.

Dengan cara ini, evaluasi hasil belajar tidak perlu lagi dilakukan secara mandiri oleh tutor. Sebab, sudah ada teknologi kecerdasan buatan yang bisa membantu hal itu.

6. AI Bisa Membantu Industri Edutech Untuk Membuat Kurikulum

Kurikulum adalah hal yang wajib diperhatikan oleh semua industri edutech di Indonesia.

Sebab, industri edutech dituntut untuk terus memperbarui kurikulum mereka agar sesuai dengan gaya belajar siswa dan perkembangan ilmu!

Namun, membuat kurikulum yang bagus kadang juga jadi tantangan tersendiri bagi perusahaan edutech. 

Di kasus seperti ini, perusahaan edutech tentu bisa memanfaatkan AI untuk membantu menyusun kurikulum yang pas untuk siswa.

Mereka bisa menggunakan beberapa AI, seperti Gemini atau Chat GPT untuk membuat kurikulum menarik yang lebih efektif diterapkan oleh tutor kepada siswa!

Dengan cara ini, kurikulum yang dibuat oleh perusahaan edutech akan lebih terstruktur, sistematis, serta sesuai dengan gaya belajar siswa dan perkembangan ilmu!

7. AI Bisa Membantu Memperbarui Gaya Mengajar Tutor

AI juga bisa membantu memperbarui gaya mengajar tutor di sebuah perusahaan edutech.

Sebab, mereka juga bisa menggunakan beberapa AI, seperti Powtoon atau Gamma AI agar gaya belajar jadi makin interaktif.

Misalnya, seorang tutor bahasa Inggris di sebuah perusahaan edutech ingin membuat slide presentasi materi pembelajaran TOEFL untuk siswa.

Agar slide presentasi jadi lebih menarik dan tidak terkesan polos, mereka bisa menggunakan AI Powtoon!

Aplikasi dengan teknologi AI ini bisa membantu tutor untuk menyusun slide presentasi berbentuk video agar lebih trendy dan interaktif!

Cara ini tentu bisa membuat siswa jadi semakin betah untuk belajar di dalam kelas bersama dengan tutor mereka.

Itu dia berbagai alasan kenapa industri edutech relevan dengan perkembangan AI di masa kini, terutama di tahun 2026.

Semua alasan di atas membuktikan bahwa perusahaan edutech, seperti Kobi Education, tidak akan tergantikan perannya oleh teknologi kecerdasan buatan.

Sebab, mereka bisa memanfaatkan AI sebagai pembantu yang justru dapat meningkatkan produktivitas perusahaan!

Dengan kehadiran AI, perusahaan edutech tentu bakal lebih sustain dan bisa terus memberikan dampak luas kepada masyarakat. 

Masa depan edutech tidak lepas dari kebutuhan infrastruktur yang fleksibel dan siap bertumbuh. Biznet Gio Cloud hadir dengan layanan cloud lokal yang dapat mendukung pengembangan platform dan aplikasi berbasis AI

*Artikel ini merupakan hasil kerja sama Biznet Gio dan Kobi Education


Banjir DISKON BLACK FRIDAY! Paket Cloud, VPS, Hosting Potongan Double 15%+69%!