Saat buka project lama, kamu mungkin pengin tahu sedang pakai Laravel versi berapa. Kalau mau cek versi Laravel yang kamu pakai, tinggal pilih cara yang paling sesuai dengan kondisi kerjamu. 

Laravel itu cukup terbuka soal versi, maka dari itu ada beberapa jalur cara cek versi Laravel. Mau tahu seperti apa caranya? Cek!

Cara Cek Versi Laravel dengan Mudah dan Praktis

Berikut ini beberapa metode yang sering dipakai developer, mulai dari yang paling instan sampai yang lebih teknis.

1. Cek Lewat Terminal/Command Prompt

Pertama, kamu bisa cek versi Laravel di CMD. Ini cara yang paling cepat, hampir semua developer mulainya dari sini. Kalau mau tahu caranya, ikuti ini: 

  • Masuk ke folder project.ย 
  • Jalankan: php artisan –version
  • Nantinya output langsung muncul, seperti: Laravel Framework 10.25.2

Command ini membaca versi dari core Laravel yang terpasang pada folder vendor. Jadi hasilnya merepresentasikan kondisi environment saat itu.

Selain itu, cara ini terasa praktis karena kamu tidak perlu buka file apa pun. Kamu cukup pakai terminal, lalu selesai dalam hitungan detik.

Kalau kamu pakai Docker atau Laravel Sail, kamu tinggal sesuaikan eksekusi command. Biasanya prefix command berubah, tapi konsepnya tetap sama.

Tapi kalau command ini gagal, biasanya root project kamu salah. Jadi itu juga bisa jadi indikator struktur project bermasalah.

2. Cek Melalui File composer.lock

Cara cek versi Laravel lainnya bisa melalui file composer.lock. Ini adalah cara yang bisa memberikan jawaban akurat. Kamu tinggal buka filenya, lalu cari bagian: 

“name”: “laravel/framework”,

“version”: “v10.25.2”

Angka itu menunjukkan versi exact yang terinstall. File ini menyimpan versi yang sudah dikunci oleh Composer.

Artinya, setiap orang yang install project ini akan pakai versi yang sama. Jadi tidak ada kejutan versi berbeda antar environment.

Cara ini sering dipakai saat debugging bug aneh. Biasanya bug muncul karena mismatch versi dependency, lalu composer.lock jadi sumber kebenaran.

Sebagai tambahan, kalau kamu deploy tanpa file ini, hasil install bisa berubah. Jadi konsistensi environment langsung hilang.

3. Menggunakan Artisan ‘About’

Laravel menyediakan command yang lebih informatif dibanding sekadar versi. 

Kamu tinggal menjalankan: 

php artisan about

Command ini menampilkan ringkasan lengkap environment aplikasi. Kamu bisa lihat versi Laravel, PHP, driver, sampai konfigurasi penting lainnya.

Jadi kamu tidak cuma tahu versi framework, tapi juga kondisi sistem secara keseluruhan.

Ini berguna saat audit project atau saat kamu masuk ke project baru. Kamu bisa cepat memahami โ€œisi dapurโ€ tanpa harus buka banyak file.

Kalau kamu butuh output lebih spesifik, kamu bahkan bisa filter bagian tertentu. Laravel memang sengaja bikin command ini untuk bantu developer memahami aplikasi lebih cepat.

4. Melalui File composer.json

Cara cek versi Laravel lainnya bisa lewat file composer.json. Berikut ini langkah-langkahnya: 

  • Buka file composer.json
  • Cek di bagian โ€œrequireโ€
  • Angka yang ada di sebelah laravel/framework itu yang menunjukkan versinya, contoh: “laravel/framework”: “^10.0”

Sekilas terlihat seperti versi, tapi sebenarnya ini hanya aturan versi. Artinya project mengizinkan Laravel versi 10.x.

Simbol ^ memberi fleksibilitas update selama masih dalam major version yang sama. Jadi versi real bisa saja 10.1 atau 10.25.

Composer akan membaca aturan ini, lalu mencocokkan dengan dependency lain sebelum menentukan versi akhir.

Karena itu, kamu tidak bisa menjadikan file ini sebagai sumber kebenaran versi.

5. Menggunakan Kode/Blade

Kalau kamu tidak punya akses terminal, kamu masih bisa cek versi lewat kode. Caranya bisa dengan helper berikut: 

</> PHP

app()->version();

Atau langsung tampilkan di Blade

</> PHP

{{ app()->version() }}

Metode ini mengambil versi langsung dari internal Laravel. Jadi hasilnya tetap akurat karena berasal dari framework itu sendiri.

Biasanya cara ini dipakai saat debugging dari sisi aplikasi. Misalnya kamu ingin log versi Laravel saat error terjadi.

Selain itu, cara ini cocok saat kamu kerja pada shared hosting tanpa akses CLI.

Mana Cara yang Paling Efektif? 

Sudah pasti kalau kamu butuh cepat, pakai Artisan version. Kalau kamu butuh presisi, buka composer.lock.

Sisanya jadi alternatif tergantung situasi kerja kamu.

Hal kecil seperti cek versi sering dianggap sepele. Padahal ini sering jadi pembeda antara debugging cepat dan buang waktu berjam-jam.

Percuma Pakai Framework Versi Terbaru Kalau Infrastruktur Tidak Stabil

Kamu sudah tahu versi Laravel yang kamu pakai, sekarang pertanyaannya pindah ke performa. Soalnya versi framework tanpa infrastruktur yang stabil tetap bakal bikin kerjaan seret.

Biznet Gio punya jawaban untuk kebutuhan infrastruktur yang stabil. Ada Web Hosting Murah mulai Rp15.000. Kamu dapat SSD cepat, uptime 99,9%, cPanel simpel, serta email dan database tanpa batas. Cocok buat project awal sampai skala bisnis.Kalau butuh fleksibilitas lebih, pilih Unlimited Hosting. Kamu bisa kelola banyak website, traffic tinggi tetap aman, plus backup otomatis jalan terus. Jadi kamu fokus ngembangin aplikasi, bukan mikirin server.


Butuh hosting yang gak nyusahin? Hemat, unlimited, dan CS responsive 24/7