Kadang error server terasa rumit, padahal sumbernya sederhana. Versi Ubuntu berbeda sering jadi pemicu utama. Maka dari itu, penting untuk cek versi Ubuntu server lebih dulu sebelum deploy. 

Script berjalan mulus saat development, lalu gagal saat deploy. Selisih versi kecil pun bisa mengubah behavior package, library, bahkan dependency. Karena itu, langkah awal yang sering orang lewatkan justru paling krusial.

Kamu tidak perlu tools tambahan atau setup ribet. Terminal saja sudah cukup untuk ambil semua informasi yang dibutuhkan. 

Prosesnya cepat, konsisten, dan bisa kamu ulang kapan saja tanpa effort besar. Kalau kamu rutin pegang server, ini wajib jadi kebiasaan.

Cara Cek Versi Ubuntu Server dengan Mudah

Ingin tahu cara apa saja yang bisa kamu gunakan untuk cek versi Ubuntu Server? Cek lengkap di sini: 

1. Gunakan lsb_release -a (cara paling clean)

Command ini jadi pilihan utama karena output-nya langsung jelas. Kamu pun tidak perlu parsing tambahan atau interpretasi manual.

</> Bash

lsb_release -a

Biasanya akan muncul informasi seperti ini:

  • Distributor ID: Ubuntu
  • Description: Ubuntu 22.04.4 LTS
  • Release: 22.04
  • Codename: jammy

Penjelasan singkatnya:

  • Description menyimpan versi lengkap beserta label LTS
  • Release menunjukkan angka versi utama
  • Codename mengacu pada nama rilis internal

Output ini enak dibaca, lalu langsung bisa kamu pakai untuk validasi environment. Banyak engineer pakai cara ini karena cepat dan minim noise. Kalau kamu hanya butuh versi angka saja, kamu bisa jalankan:

</> Bash

lsb_release -r

Lebih ringkas, lebih fokus, dan cocok untuk cek cepat sebelum eksekusi script.

2. Gunakan cat /etc/os-release (paling universal)

Kadang server minimal tidak punya lsb_release. Situasi ini sering muncul pada instance cloud yang ringan. Tapi kamu tetap bisa ambil data versi lewat file sistem.

</> Bash

cat /etc/os-release

Nantinya, output akan berbentuk key-value seperti ini: 

  • NAME=”Ubuntu”
  • VERSION=”22.04.4 LTS (Jammy Jellyfish)”
  • VERSION_ID=”22.04″

Nah, bagian yang perlu kamu perhatikan adalah: 

  • VERSION berisi versi lengkap dengan codename
  • VERSION_ID fokus pada angka versi

Metode ini sangat fleksibel karena hampir semua distro Linux modern punya file ini. Kamu juga bisa integrasikan ke script automation. Misalnya, kamu ingin ambil versi saja:

</> Bash

grep VERSION_ID /etc/os-release

Hasilnya lebih bersih, lalu mudah diproses lebih lanjut dalam pipeline.

3. Gunakan hostnamectl

Kalau kamu ingin lihat gambaran sistem lebih luas, maka gunakan command ini. Kamu bisa cek versi OS sekaligus detail lain.

</> Bash

Hostnamectl

Output biasanya seperti ini:

  • Operating System: Ubuntu 22.04.4 LTS
  • Kernel: Linux 5.15.0
  • Architecture: x86-64

Beberapa poin penting:

  • Kamu langsung tahu versi OS tanpa command tambahan
  • Kamu bisa cek kernel aktif secara cepat
  • Kamu bisa validasi arsitektur mesin

Command ini cocok untuk audit cepat, terutama saat kamu mengelola banyak server. Kamu bisa dapat gambaran sistem tanpa perlu banyak langkah.

4. Gunakan uname -a 

Command ini sering muncul dalam proses debugging teknis. Namun, kamu perlu paham konteks penggunaannya.

</> Bash

uname -a

Output biasanya seperti ini:

  • Linux ubuntu-server 5.15.0-91-generic …

Beberapa hal penting:

  • Command ini menampilkan kernel, bukan versi Ubuntu secara langsung
  • Informasi kernel tetap penting untuk debugging low-level
  • Kamu perlu kombinasikan dengan command lain untuk hasil lengkap

Biasanya engineer pakai command ini saat analisis masalah performa atau kompatibilitas driver.

5. Gunakan cat /etc/issue

Kalau kamu butuh versi Ubuntu server cepat tanpa detail panjang, maka gunakan cara ini. Output langsung terlihat saat command dijalankan.

</> Bash

cat /etc/issue

Contoh output:

  • Ubuntu 22.04.4 LTS \n \l

Hal yang perlu kamu pahami:

  • Informasi yang muncul sangat terbatas
  • Command ini cocok untuk pengecekan singkat
  • Kamu tidak akan dapat detail tambahan

Biasanya orang pakai ini saat login awal ke server, lalu lanjut pakai command lain jika butuh analisis lebih dalam.

Mana yang Sebaiknya Kamu Pakai?

Kalau kamu ingin hasil cepat dan jelas, gunakan lsb_release -a. Output-nya paling nyaman untuk dibaca manusia. Namun, kalau kamu sedang membangun automation, gunakan /etc/os-release karena formatnya konsisten.

Kalau kamu butuh audit sistem, gunakan hostnamectl karena memberi konteks lebih luas. Sementara itu, uname -a dan /etc/issue lebih cocok sebagai pelengkap.

Kenapa Cek Versi Ubuntu Server Itu Penting? 

Versi Ubuntu menentukan banyak aspek teknis dalam server. Setiap rilis membawa perubahan pada package, dependency, dan konfigurasi default. Kalau kamu salah asumsi versi, error bisa muncul tanpa peringatan jelas.

Selain itu, beberapa versi sudah mencapai EOL. Kondisi ini berarti tidak ada update keamanan lagi. Risiko meningkat, lalu sistem jadi lebih rentan.

Kamu juga perlu ingat, banyak tutorial hanya cocok untuk versi tertentu. Kalau kamu pakai versi berbeda, hasilnya sering melenceng.

Sudah Tahu Versi Ubuntu? Sekarang Sesuaikan VPS dengan Kebutuhan

Kalau kamu sudah cek versi Ubuntu, langkah berikutnya jangan asal pilih VPS. Versi OS harus selaras dengan resource server, supaya aplikasi jalan stabil tanpa konflik dependency.

Biznet Gio menyediakan VPS Indonesia berbasis KVM dengan CPU dedicated, RAM konsisten, dan SSD NVMe ber-IOPS tinggi. 

Kamu bisa pilih versi Ubuntu sesuai kebutuhan sejak awal, lalu manfaatkan bandwidth gratis tanpa batas dan proteksi DDoS berlapis agar server tetap aman.Untuk workload lebih berat, VPS Server Biznet Gio pakai AMD EPYC Gen4 dengan performa hingga 80K IOPS. Dukungan Docker, Kubernetes, serta snapshot instan memudahkan kamu maintain environment sesuai versi Ubuntu yang kamu pakai.


Cari server murah? Ini solusinyaโ€”VPS hemat + FREE Bandwidth.