Cloud computing telah menjadi keterampilan yang semua sektor teknologi membutuhkannya. Kalau kamu baru mau belajar atau mau upgrade keterampilan, sertifikasi cloud yang ada di sini layak diambil!
Hanya saja, hati-hati untuk memilih sertifikasi. Kalau salah pilih, kamu bisa menghabiskan waktu berbulan-bulan belajar materi yang kurang relevan dengan tujuan karir.
Maka dari itu, penting untuk memahami semua sertifikasi cloud computing dari pemula hingga untuk spesialis keamanan.
Daftar Sertifikasi Cloud untuk Mengakselerasi Karirmu!
| Sertifikasi | Vendor | Level |
| AWS Certified Cloud Practitioner | AWS | Fundamental |
| Microsoft Azure Fundamentals (AZ-900) | Microsoft | Fundamental |
| Google Cloud Digital Leader | Google Cloud | Fundamental |
| AWS Certified Solutions Architect – Associate | AWS | Associate |
| AWS Certified SysOps Administrator – Associate | AWS | Associate |
| Microsoft Azure Administrator (AZ-104) | Microsoft | Associate |
| Google Associate Cloud Engineer | Google Cloud | Associate |
| AWS Certified Solutions Architect – Professional | AWS | Professional |
| Microsoft Azure Solutions Architect Expert (AZ-305) | Microsoft | Expert |
| Microsoft Azure DevOps Engineer Expert (AZ-400) | Microsoft | Expert |
| AWS Certified Security – Specialty | AWS | Specialty |
| Certified Cloud Security Professional (CCSP) | ISC2 | Security Expert |
Sertifikasi Cloud Tingkat Pemula & Fundamental (Cocok untuk Pengenalan)
Baru masuk ke dunia cloud computing? Daftar kelompok sertifikasi ini cocok jadi langkah pertama:
1. AWS Certified Cloud Practitioner
AWS Certified Cloud Practitioner menjadi sertifikasi yang paling sering direkomendasikan untuk pemula.
Materinya membahas konsep cloud computing, layanan inti AWS, keamanan, model biaya, serta terminologi yang sering muncul dalam lingkungan cloud modern.
Cocok untuk:
- Mahasiswa
- Fresh graduate
- Project manager
- Business analyst
- Sales teknologi
Materi utama:
- Konsep cloud computing
- Layanan inti AWS
- Shared Responsibility Model
- Security dan compliance
- Billing dan pricing
Sertifikasi ini membantu kamu memahami fondasi cloud tanpa perlu kemampuan administrasi server yang mendalam.
2. Microsoft Azure Fundamentals (AZ-900)
AZ-900 menawarkan pengenalan yang cukup lengkap terhadap ekosistem Microsoft Azure. Materinya mencakup konsep cloud, layanan Azure, keamanan, governance, serta pengelolaan biaya layanan cloud. Jadi, cocok untuk:
- Pemula cloud computing
- Mahasiswa IT
- Administrator sistem pemula
- Profesional non-teknis
Materi utama:
- Cloud concepts
- Azure core services
- Security dan governance
- Pricing model
- Compliance
Karena banyak organisasi menggunakan layanan Microsoft, sertifikasi ini sering menjadi nilai tambah saat mencari pekerjaan bidang teknologi.
3. Google Cloud Digital Leader
Sertifikasi cloud selanjutnya dari Google. Google Cloud Digital Leader memiliki pendekatan yang lebih berorientasi bisnis. Fokusnya bukan pada konfigurasi infrastruktur, melainkan pada pemahaman manfaat cloud untuk organisasi.
Maka dari itu, sertifikasi ini cocok untuk:
- Pemilik bisnis
- Manajer proyek
- Konsultan teknologi
- Profesional non-teknis
Materi utamanya mencakup:
- Transformasi digital
- Cloud strategy
- Data dan AI
- Inovasi bisnis
- Google Cloud ecosystem
Sertifikasi ini cocok jika kamu ingin memahami peran cloud dalam pengembangan bisnis modern. Selain itu, materi yang relatif ringan membuat proses belajar terasa lebih mudah bagi peserta tanpa latar belakang teknis.
Sertifikasi Cloud Tingkat Asosiasi & Administrator (Untuk Praktisi)
Pada level ini, kamu mulai berhadapan dengan implementasi nyata. Karena itu, sertifikasi berikut lebih menekankan kemampuan teknis serta pengelolaan lingkungan cloud.
4. AWS Certified Solutions Architect – Associate
Sertifikasi ini termasuk salah satu sertifikasi cloud paling populer saat ini. Fokus utamanya terletak pada kemampuan merancang arsitektur cloud yang aman, scalable, serta efisien dari sisi biaya. Jadi, sangat tepat bagi:
- Cloud Engineer
- System Engineer
- DevOps Engineer
- Solution Architect Junior
Materi utama:
- Amazon EC2
- Amazon VPC
- Amazon S3
- Amazon RDS
- Load Balancing
- High Availability
Banyak recruiter menganggap sertifikasi ini sebagai bukti pemahaman desain sistem berbasis AWS. Karena itu, sertifikasi ini sering menjadi target utama praktisi cloud tingkat menengah.
5. AWS Certified SysOps Administrator – Associate
Jika Solutions Architect berfokus pada desain sistem, maka SysOps lebih dekat dengan operasional harian. Materinya menguji kemampuan mengelola dan memantau lingkungan AWS dalam skala produksi.
Jadi, sangat tepat kalau kamu:
- Cloud Administrator
- System Administrator
- Infrastructure Engineer
- Cloud Operations Engineer
Materi utama:
- Monitoring
- Deployment
- Backup
- Recovery
- Troubleshooting
- High Availability
Sertifikasi ini membantu kamu memahami cara menjaga layanan cloud tetap stabil.
6. Microsoft Azure Administrator (AZ-104)
AZ-104 menjadi sertifikasi inti bagi administrator Azure. Fokusnya terletak pada pengelolaan layanan Azure secara langsung melalui berbagai skenario operasional.
Cocok untuk:
- Azure Administrator
- System Engineer
- Cloud Engineer
- Technical Support Engineer
Materi utama:
- Virtual Machine
- Networking
- Storage
- Identity Management
- Monitoring
Materi dari sertifikasi cloud ini cukup luas sehingga membutuhkan persiapan yang matang. Namun, sertifikasi ini memiliki reputasi yang baik karena menunjukkan kemampuan administrasi Azure secara praktis.
7. Google Cloud Engineer
Associate Cloud Engineer menguji kemampuan implementasi layanan Google Cloud Platform. Sertifikasi ini lebih teknis daripada Google Cloud Digital Leader.
Cocok untuk:
- Cloud Engineer
- Infrastructure Engineer
- DevOps Engineer
- Platform Engineer
Materi utama:
- Compute Engine
- Cloud Storage
- IAM
- Kubernetes
- Monitoring
- Deployment
Sertifikasi ini menunjukkan bahwa kamu mampu mengelola workload dalam lingkungan GCP. Karena itu, banyak perusahaan menganggapnya sebagai validasi kemampuan teknis yang cukup kuat.
Sertifikasi Cloud Tingkat Mahir & Pakar (Untuk Arsitek & DevOps)
Jika pengalamanmu sudah berkembang, sertifikasi tingkat lanjut berikut bisa membantu meningkatkan kredibilitas profesional:
8. AWS Certified Solutions Architect – Professional
Sertifikasi ini merupakan lanjutan dari Solutions Architect Associate. Tingkat kesulitannya jauh lebih tinggi karena fokus pada kebutuhan enterprise.
Materi utama:
- Multi-account architecture
- Hybrid cloud
- Disaster recovery
- Cost optimization
- Enterprise architecture
Banyak soal menguji kemampuan analisis terhadap kebutuhan bisnis yang kompleks. Karena itu, sertifikasi ini sangat relevan bagi cloud architect dan engineer senior.
9. Microsoft Azure Solutions Architect Expert (AZ-305)
AZ-305 berfokus pada desain solusi cloud skala enterprise menggunakan Azure. Jadi, materinya akan menuntut pemahaman yang kuat terhadap berbagai layanan Azure.
Materi utama:
- Governance
- Security Architecture
- Business Continuity
- Data Platform
- Infrastructure Design
Sertifikasi ini membantu membangun kredibilitas sebagai solusi architect. Selain itu, banyak organisasi enterprise mencari profesional yang memiliki kompetensi pada area ini.
10. Microsoft Azure DevOps Engineer Expert (AZ-400)
AZ-400 menyasar profesional yang bekerja dalam lingkungan DevOps modern. Fokusnya mencakup automasi, kolaborasi, dan percepatan proses pengembangan aplikasi.
Maka dari itu, cocok untuk:
- DevOps Engineer
- Site Reliability Engineer
- Platform Engineer
Materi utama:
- CI/CD
- Infrastructure as Code
- Monitoring
- Automation
- Source Control
Sertifikasi ini semakin relevan karena banyak perusahaan mengadopsi praktik DevOps untuk meningkatkan efisiensi pengembangan perangkat lunak.
Sertifikasi Cloud untuk Spesialisasi Keamanan & Multi-Cloud
Keamanan menjadi salah satu bidang yang tumbuh paling cepat dalam cloud computing. Karena itu, sertifikasi berikut memiliki nilai yang cukup tinggi dalam pasar kerja.
11. AWS Certified Security
Sertifikasi cloud computing satu ini fokusnya untuk pengamanan lingkungan AWS. Jadi, materinya akan membahas berbagai kontrol keamanan yang sering digunakan dalam organisasi modern.
Materi utama:
- IAM
- Encryption
- Threat Detection
- Incident Response
- Logging
- Monitoring
Sertifikasi ini cocok untuk cloud security engineer maupun security architect. Selain itu, permintaan tenaga keamanan cloud terus meningkat setiap tahun.
12. Certified Cloud Security Professional (CCSP)
Terakhir, ada CCSP. CCSP merupakan salah satu sertifikasi keamanan cloud paling bergengsi saat ini. Berbeda dengan sertifikasi vendor tertentu, CCSP menggunakan pendekatan vendor-neutral.
Materi utama:
- Cloud Architecture
- Data Security
- Governance
- Compliance
- Risk Management
Keunggulan utamanya terletak pada cakupan materi yang luas. Karena itu, CCSP sangat cocok bagi profesional keamanan tingkat menengah hingga senior yang ingin bekerja lintas platform cloud.
Sudah Punya Sertifikasi Cloud? Saatnya Bangun Portofolio untuk Praktik
Sertifikasi membantu kamu memahami konsep cloud, tetapi recruiter biasanya juga ingin melihat hasil praktiknya.
Karena itu, kamu bisa mulai bereksperimen menggunakan VPS murah dari Biznet Gio.
Paket VPS Hemat tersedia mulai Rp59.000 per bulan dengan resource dedicated, storage SSD hingga 60 GB, bandwidth gratis, akses root penuh, serta dukungan Docker dan Kubernetes.
Jadi, sangat tepat untuk belajar Linux, hosting aplikasi, membangun lab cloud pribadi, atau menjalankan proyek DevOps sederhana.
Butuh yang lebih sesuai kebutuhan? Tersedia juga VPS Server dengan performa hingga 40x lebih cepat berkat prosesor AMD EPYC Gen 4, SSD NVMe ber-IOPS tinggi, serta jaringan hingga 10 Gbps.
Ini adalah pilihan cocok untuk praktik CI/CD, deployment container, pengujian aplikasi skala besar, hingga simulasi arsitektur cloud yang lebih kompleks.
Table of Contents


