Efisiensi jadi kunci utama untuk membangun aplikasi yang stabil dan minim bug. Untuk itu, Chrome extension developer sangat berperan penting.
Ekstensi ini nantinya jadi alat bantu krusial untuk optimalisasi berbagai aspek. Misalnya, untuk coding, pengujian, sampai analisis sistem langsung cuma dari browser.
Ingin tahu apa saja ekstensi yang harus banget kamu coba? Cek sini!
Daftar Chrome Extension Developer yang Wajib Kamu Coba!
| Extension | Fungsi Utama |
| React Developer Tools | Debug komponen React |
| Vue DevTools | Debug aplikasi Vue.js |
| Redux DevTools | Monitoring state Redux |
| Augury | Debug aplikasi Angular |
| ColorZilla | Mengambil dan menganalisis warna |
| Dimensions | Mengukur jarak antar elemen |
| Window Resizer | Simulasi berbagai ukuran layar |
| CSS Peeper | Melihat style tanpa inspect element |
| Wappalyzer | Identifikasi teknologi website |
| JSONView | Membaca file JSON lebih rapi |
| Check My Links | Audit broken link |
| Web Developer | Toolkit developer web lengkap |
| WhatFont | Identifikasi font website |
| Ghostery | Analisis tracker dan script |
| Clear Cache | Hapus cache instan |
Chrome Extension Developer untuk Debugging & Framework
Kalau kamu sering membangun aplikasi dengan React, Vue, atau Angular, proses debugging bisa memakan banyak waktu.
Untungnya, beberapa Chrome Extension mampu membuka akses ke informasi yang biasanya tersembunyi di balik kode aplikasi.
1. React Developer Tools
React Developer Tools menjadi salah satu extension yang paling sering terpasang pada browser frontend developer.
Tool resmi dari tim React ini membantu kamu melihat struktur komponen secara langsung tanpa perlu menelusuri source code terlebih dahulu.
Saat sebuah halaman menampilkan data yang salah, kamu bisa memeriksa props, state, context, hingga hooks pada setiap komponen.
Proses pencarian bug pun terasa lebih cepat karena kamu bisa langsung menemukan sumber masalahnya.
Chrome Extension developer ini juga menyediakan fitur Profiler. Fitur tersebut membantu mengidentifikasi komponen yang melakukan render berlebihan.
Informasi seperti ini sangat berguna saat kamu ingin meningkatkan performa aplikasi React yang mulai terasa berat.
2. Vue DevTools
Vue DevTools menawarkan pengalaman debugging yang sangat nyaman bagi pengguna Vue.js.
Setelah chrome extension developer aktif, kamu dapat memeriksa struktur komponen secara visual dan memahami hubungan antar komponen dengan lebih mudah.
Selain itu, Vue DevTools memungkinkan pemantauan state secara real-time. Setiap perubahan data akan terlihat secara langsung sehingga kamu bisa memahami alur aplikasi tanpa perlu menambahkan banyak console.log.
Tool ini juga mendukung Pinia dan Vue Router. Karena itu, proses analisis state management maupun navigasi aplikasi menjadi jauh lebih sederhana saat pengembangan berlangsung.
3. Redux DevTools
Redux terkenal kuat untuk mengelola state aplikasi berskala besar. Namun, semakin kompleks state yang kamu kelola, semakin sulit pula proses pelacakan masalahnya.
Redux DevTools hadir sebagai solusi untuk kebutuhan tersebut. Extension ini mencatat seluruh action yang berjalan dalam aplikasi dan menampilkan perubahan state secara berurutan.
Fitur time-travel debugging menjadi daya tarik utamanya. Kamu bisa kembali ke state sebelumnya untuk melihat titik awal munculnya bug.
Kemampuan ini sangat membantu saat menangani aplikasi dengan banyak interaksi pengguna dan alur data yang rumit.
4. Augury
Augury membantu developer Angular memahami struktur aplikasi secara lebih visual. Tool ini menampilkan komponen, service, routing, serta dependency injection dalam tampilan yang mudah dipahami.
Ketika aplikasi mulai berkembang dan jumlah komponen bertambah, proses analisis arsitektur sering menjadi lebih sulit.
Augury membantu memetakan hubungan antar bagian aplikasi sehingga proses debugging terasa lebih terarah.
Walaupun banyak developer saat ini menggunakan Angular DevTools resmi, Augury tetap menjadi pilihan menarik karena menawarkan tampilan yang sederhana dan informatif.
Chrome Extension untuk Desain, Tata Letak, & Frontend
Frontend development tidak hanya berfokus pada logika aplikasi. Namun, kamu juga perlu memastikan tampilan sesuai desain dan tetap konsisten pada berbagai perangkat:
5. ColorZilla
ColorZilla merupakan alat yang sangat berguna saat kamu ingin mengidentifikasi warna pada sebuah website. Cukup arahkan eyedropper ke elemen tertentu, lalu extension akan menampilkan kode warna secara instan.
Tool ini mendukung berbagai format warna seperti HEX dan RGB. Karena itu, proses reproduksi desain menjadi jauh lebih cepat.
Banyak frontend developer menggunakan ColorZilla saat mencari referensi desain atau saat menyusun desain sistem baru berdasarkan inspirasi dari website lain.
6. Dimensions
Dimensions membantu mengukur jarak antar elemen pada halaman web. Fungsi ini terlihat sederhana, namun sangat berguna saat proses implementasi desain.
Ketika desainer memberikan spesifikasi spacing tertentu, kamu dapat memverifikasi hasil implementasi tanpa membuka DevTools secara terus-menerus.
Hasilnya, proses quality control menjadi lebih cepat dan tampilan antarmuka terasa lebih presisi.
7. Window Resizer
Saat ini pengguna mengakses website melalui berbagai ukuran layar. Karena itu, pengujian responsive design menjadi tahap yang tidak boleh terlewatkan.
Window Resizer mempermudah proses tersebut. Kamu bisa berpindah antar resolusi layar hanya dalam beberapa klik.
Tool ini membantu mengidentifikasi layout yang rusak, elemen yang bertabrakan, atau komponen yang gagal menyesuaikan ukuran layar. Dengan begitu, proses pengujian menjadi lebih efisien sebelum website masuk tahap produksi.
8. CSS Peeper
CSS Peeper memudahkan proses inspeksi desain tanpa harus membuka panel DevTools secara manual.
Extension ini menampilkan informasi penting seperti warna, font, shadow, border radius, hingga aset visual yang digunakan sebuah website.
Karena tampilannya rapi dan mudah dipahami, banyak developer serta UI designer memanfaatkan CSS Peeper saat melakukan riset desain atau analisis kompetitor.
Chrome Extension untuk Analisis & Produktivitas Coding
Selain debugging dan desain, beberapa extension berikut mampu mempercepat pekerjaan harian developer.
9. Wappalyzer
Wappalyzer membantu mengidentifikasi teknologi yang digunakan sebuah website. Dalam hitungan detik, kamu bisa mengetahui framework, CMS, analytics tool, server, CDN, hingga layanan pihak ketiga yang digunakan.
Informasi tersebut sangat berguna saat melakukan riset kompetitor atau analisis teknologi sebelum memulai proyek baru.
Karena proses identifikasi berlangsung otomatis, kamu tidak perlu melakukan investigasi secara manual.
10. JSONView
Developer modern hampir selalu berinteraksi dengan API. Sayangnya, tampilan JSON mentah sering sulit dibaca saat jumlah data mulai besar.
JSONView mengubah struktur JSON menjadi tampilan yang lebih terorganisir. Kamu bisa membuka, menutup, dan menelusuri setiap objek dengan lebih nyaman.
Alhasil, proses debugging API menjadi lebih cepat dan risiko salah membaca data pun berkurang.
11. Check My Links
Check My Links membantu menemukan tautan rusak dalam sebuah halaman web.
Extension ini akan memindai seluruh link lalu memberikan penanda khusus pada link yang bermasalah. Proses audit yang biasanya memakan waktu cukup lama bisa selesai dalam hitungan menit.
Tool ini sangat berguna untuk developer yang mengelola website besar serta praktisi SEO yang rutin melakukan pengecekan teknis.
12. Web Developer
Web Developer menawarkan kumpulan alat yang sangat lengkap untuk kebutuhan pengujian website.
Kamu bisa menonaktifkan CSS, memeriksa struktur halaman, mengevaluasi form, hingga melakukan berbagai pengujian visual dari satu tempat.
Karena fiturnya sangat banyak, chrome extension developer ini sering menjadi toolkit utama bagi developer yang ingin bekerja lebih cepat tanpa berpindah-pindah tool.
13. WhatFont
WhatFont membantu mengidentifikasi font yang digunakan pada sebuah website.
Cukup arahkan kursor ke teks yang ingin diperiksa, lalu extension akan menampilkan nama font beserta informasi pendukung lainnya.
Fitur sederhana ini sering menghemat banyak waktu saat kamu mencari referensi tipografi untuk proyek baru.
14. Ghostery
Ghostery memberikan gambaran tentang berbagai tracker dan script pihak ketiga yang berjalan pada sebuah website.
Melalui informasi tersebut, kamu dapat memahami sumber beban halaman sekaligus mengevaluasi aspek privasi pengguna.
Developer yang fokus pada performa website biasanya memanfaatkan Ghostery untuk mengidentifikasi script yang kurang efisien.
15. Clear Cache
Cache memang membantu mempercepat akses website. Namun, cache sering menampilkan versi lama halaman saat proses development berlangsung.
Clear Cache menyelesaikan masalah tersebut melalui satu klik sederhana. Kamu tidak perlu membuka pengaturan browser setiap kali ingin membersihkan cache.
Meskipun terlihat sederhana, chrome extension developer ini mampu menghemat waktu cukup banyak dalam aktivitas debugging sehari-hari.
Sudah Punya Chrome Extension? Saatnya Menyiapkan Playground untuk Eksperimennya!
Chrome Extension bisa membantu kamu menemukan bug lebih cepat, menganalisis komponen lebih detail, sampai memahami struktur aplikasi tanpa banyak tebakan.
Namun, proses belajar dan eksperimen tetap membutuhkan lingkungan yang fleksibel untuk menguji berbagai framework, API, automation tool, maupun proyek pribadi.
Kalau kamu mencari VPS murah untuk kebutuhan tersebut, Biznet Gio menyediakan VPS Indonesia gratis bandwidth mulai Rp50.000 per bulan.
Kamu mendapat akses root penuh, storage SSD yang bisa ditambah kapan saja, snapshot backup instan, perlindungan DDoS berlapis, serta dukungan Docker dan Kubernetes untuk kebutuhan pengembangan modern.
Saat proyek mulai berkembang, kamu juga bisa beralih ke VPS Server NVMe Biznet Gio dengan performa hingga 40x lebih cepat, prosesor AMD EPYC Gen 4, jaminan hingga 40K IOPS per VM dan burst sampai 80K IOPS.
Dengan resource dedicated, bandwidth gratis tanpa kuota, serta jaringan hingga 10 Gbps, maka membuat proses testing aplikasi hingga eksperimen berbagai tools developer terasa lebih leluasa.
Table of Contents




