Google Cloud Certification bisa membantumu membuktikan kemampuan teknis dalam menggunakan layanan Google Cloud.
Namun, ada cukup banyak level dan jenis kemampuan dalam sertifikasi ini. Sebaiknya, jangan sampai salah pilih agar waktumu bisa dimanfaatkan dengan maksimal untuk membangun karir.
Ingin tahu semua tingkatan dan setiap jenis sertifikasinya? Cek sini!
Apa Itu Google Cloud Certification?
Google Cloud Certification adalah sertifikasi resmi dari Google yang mengukur kemampuan seseorang dalam memahami dan menggunakan teknologi Google Cloud.
Sertifikasi ini memiliki fokus berbeda sesuai peran profesional, seperti cloud engineer, developer, architect, data engineer, security engineer, hingga machine learning engineer.
Setiap sertifikasi memiliki tingkat kesulitan dan kompetensi yang berbeda. Karena itu, Google membaginya menjadi tiga level utama, yaitu Foundational, Associate, dan Professional.
Daftar Lengkap Google Cloud Certification yang Bisa Kamu Ambil
Google Cloud certification list terbagi jadi tiga level utama, yakni Foundational, Associate, hingga Professional. Berikut ini rinciannya:
1. Foundational
Level Foundational merupakan sertifikasi awal bagi kamu yang ingin memahami konsep dasar cloud computing dan ekosistem Google Cloud.
Level ini cocok untuk pemula yang baru mengenal teknologi cloud atau profesional non-teknis yang ingin memahami cara kerja layanan cloud.
Pada tahap ini, kamu akan mempelajari konsep utama seperti infrastruktur cloud, layanan Google Cloud, keamanan dasar, pengelolaan data, hingga penerapan teknologi cloud untuk kebutuhan bisnis.
Sertifikasi Foundational tidak berfokus pada kemampuan teknis yang kompleks. Sebaliknya, sertifikasi ini membantu kamu membangun pemahaman yang kuat sebelum masuk ke sertifikasi dengan tingkat kesulitan lebih tinggi.
Ada dua sertifikasi yang bisa kamu ambil di level ini:
| Sertifikasi | Fokus Utama |
| Cloud Digital Leader | Memahami konsep cloud computing, layanan Google Cloud, transformasi digital, data, AI, serta keamanan cloud |
| Generative AI Leader | Memahami konsep AI generatif dan penerapan teknologi AI dalam kebutuhan organisasi |
2. Associate
Level Google Cloud certification free selanjutnya yakni Associate. Nah di sini, tujuannya buat kamu yang sudah memahami dasar cloud dan mau meningkatkan kemampuan teknis saat menggunakan Google Cloud.
Jadi, nantinya bakal ada pengujian kemampuan praktik saat mengelola layanan cloud. Kamu akan mempelajari berbagai aktivitas operasional seperti melakukan deployment aplikasi, mengatur resource, memantau sistem, serta mengelola konfigurasi layanan Google Cloud.
Bagi banyak profesional IT, level Associate menjadi langkah penting sebelum mengambil sertifikasi Professional.
Pasalnya, level ini membantu membangun pengalaman teknis yang lebih kuat, terutama untuk pekerjaan yang berkaitan dengan cloud infrastructure.
Pada level Associate, kamu bisa mengambil tiga sertifikasi:
| Sertifikasi | Fokus Utama |
| Associate Cloud Engineer | Deployment aplikasi, pengelolaan resource, monitoring, serta konfigurasi layanan Google Cloud |
| Associate Google Workspace Administrator | Mengelola layanan Google Workspace, user management, dan konfigurasi organisasi |
| Associate Data Practitioner | Memahami pengelolaan data, analisis, serta penggunaan layanan data Google Cloud |
Associate Cloud Engineer menjadi salah satu sertifikasi yang banyak diminati karena berhubungan langsung dengan pekerjaan cloud engineer. Sertifikasi ini menguji kemampuan dalam menjalankan lingkungan Google Cloud secara praktis.
Sementara itu, Associate Data Practitioner cocok bagi kamu yang ingin memahami pengolahan data menggunakan layanan Google Cloud sebelum masuk ke jalur data engineer yang lebih kompleks.
3. Professional
Ini adalah level Google Cloud Certification paling tinggi. Sertifikasi ini memang Google rancang untuk profesional yang sudah memiliki pengalaman dalam merancang, membangun, dan mengoptimalkan solusi cloud.
Jadi pada level ini, kamu perlu memahami aspek teknis yang lebih luas seperti arsitektur sistem, keamanan cloud, otomatisasi, pengelolaan data, machine learning, serta optimasi performa aplikasi.
Sertifikasi Professional biasanya ditujukan untuk posisi dengan tanggung jawab lebih besar, seperti cloud architect, DevOps engineer, security engineer, data engineer, dan machine learning engineer.
Di level ini, bahkan ada sembilan sertifikasi yang bisa kamu ambil meliputi:
| Sertifikasi | Fokus Utama |
| Professional Cloud Architect | Mendesain arsitektur cloud yang scalable, aman, dan memiliki availability tinggi |
| Professional Cloud Developer | Membangun serta mengelola aplikasi cloud-native menggunakan Google Cloud |
| Professional Cloud DevOps Engineer | Mengelola deployment, CI/CD, automation, dan reliability aplikasi |
| Professional Cloud Security Engineer | Mengamankan aplikasi, infrastruktur, serta data pada Google Cloud |
| Professional Data Engineer | Mengembangkan sistem pemrosesan data, analitik, dan pipeline data |
| Professional Machine Learning Engineer | Mendesain, membangun, serta melakukan deployment solusi machine learning |
| Professional Cloud Network Engineer | Mendesain dan mengelola jaringan cloud yang aman serta scalable |
| Professional Cloud Database Engineer | Mendesain dan mengelola database enterprise pada Google Cloud |
| Professional Google Workspace Administrator | Mengelola implementasi dan administrasi Google Workspace |
Professional Cloud Architect menjadi salah satu sertifikasi yang banyak dikenal karena menguji kemampuan dalam merancang solusi cloud berdasarkan kebutuhan bisnis.
Sementara itu, Professional Cloud DevOps Engineer berfokus pada otomatisasi proses pengembangan dan operasional aplikasi.
Bagi kamu yang tertarik dengan bidang data dan AI, Professional Data Engineer serta Professional Machine Learning Engineer dapat menjadi pilihan untuk memperdalam kemampuan pengolahan data dan pengembangan model machine learning.
Langsung Bikin Project dan Portofolio untuk Menguji Kemampuan Setelah Sertifikasimu!
Setelah memahami berbagai level Google Cloud Certification, langkah berikutnya adalah mengasah kemampuan lewat praktik langsung.
Kamu bisa mulai membangun environment cloud sendiri untuk mencoba deployment aplikasi, mengelola server, hingga menguji workflow DevOps menggunakan VPS Biznet Gio.
Untuk kebutuhan belajar cloud dengan biaya efisien, VPS murah Biznet Gio menawarkan server berbasis KVM mulai Rp50.000/bulan dengan dedicated CPU, RAM, SSD, akses root, serta dukungan Docker dan Kubernetes.
Kamu juga mendapatkan bandwidth gratis tanpa batas dengan jaringan hingga 10Gbps.
Jika membutuhkan performa lebih tinggi, VPS Server Biznet Gio hadir dengan SSD NVMe, AMD EPYC Gen 4, hingga 80K IOPS, cocok untuk project cloud skala lebih besar.
Table of Contents




