Persaingan ecommerce sekarang makin ketat. Karena itu, SEO ecommerce harus kamu pelajari agar potensi peningkatan penjualan jadi semakin besar. 

SEO ecommerce membantu toko online muncul saat orang mencari produk tertentu. Traffic dari Google biasanya punya intent kuat karena pengunjung memang sedang mencari solusi atau produk spesifik. 

Jadi, peluang conversion jauh lebih tinggi daripada traffic acak. Ingin tahu lebih dalam soal ecommerce SEO strategy? Cek sini!

Apa Itu SEO Ecommerce? 

SEO Ecommerce adalah proses optimasi toko online agar halaman produk, kategori, dan konten lebih mudah muncul pada mesin pencari.

Fokus utamanya bukan sekadar traffic besar. SEO ecommerce mengejar traffic relevan yang punya potensi transaksi lebih tinggi.

Karena itu, strategi SEO ecommerce biasanya mencakup banyak aspek, seperti:

  • riset keyword
  • optimasi produk
  • struktur kategori
  • internal linking
  • kecepatan website
  • pengalaman pengguna
  • optimasi mobile
  • schema markup

SEO ecommerce juga lebih kompleks daripada SEO website biasa. Toko online sering punya ribuan halaman produk, filter pencarian, varian ukuran, sampai URL dinamis. Kalau struktur website berantakan, Google akan kesulitan memahami isi website kamu.

Jadi, strategi SEO ecommerce harus rapi sejak awal.

8 Strategi SEO Ecommerce untuk Tingkatkan Penjualan

Kamu tentu tak bisa sembarangan dalam menerapkan SEO Ecommerce jika ingin meningkatkan penjualan. Maka dari itu, coba perhatikan strategi berikut: 

1. Gunakan Keyword dengan Intent Pembelian

Banyak toko online terlalu sibuk mengejar keyword volume besar. Padahal volume tinggi belum tentu menghasilkan transaksi.

Keyword seperti โ€œlaptop gamingโ€ memang ramai pencarian. Namun, keyword โ€œlaptop gaming RTX 4060 murahโ€ biasanya punya intent pembelian lebih kuat.

Karena itu, kamu perlu fokus pada keyword transactional.

Contohnya:

  • beli
  • harga
  • original
  • official
  • terbaik
  • murah
  • review
  • terdekat

Selain itu, gunakan long-tail keyword supaya persaingan lebih realistis. Keyword panjang biasanya lebih spesifik, lalu conversion rate juga sering lebih tinggi.

Kemudian, mapping keyword harus jelas. Keyword kategori masuk ke halaman kategori. Keyword produk masuk ke halaman produk. Jangan campur semuanya dalam satu halaman.

2. Optimasi Halaman Produk Secara Mendalam

Ecommerce SEO tips satu ini jangan sampai kamu lewatkan. Pasalnya, halaman produk jadi pusat penjualan dari ecommerce. 

Jadi, optimasinya juga harus detail. Sayangnya, banyak toko online masih copy-paste deskripsi supplier. Cara seperti ini membuat konten terlihat duplikat pada mata Google.

Karena itu, buat deskripsi unik untuk setiap produk.

Jelaskan:

  • manfaat produk
  • spesifikasi penting
  • target pengguna
  • cara penggunaan
  • keunggulan utama

Lalu, tambahkan elemen pendukung supaya halaman lebih kuat.

Contohnya:

  • FAQ produk
  • review pembeli
  • alt text gambar
  • meta title jelas
  • URL pendek
  • CTA yang kuat

Selain membantu SEO, elemen tadi juga membantu calon pembeli mengambil keputusan lebih cepat.

3. Perbaiki Struktur Kategori Website

Struktur website sangat memengaruhi proses crawling Google.

Kalau kategori berantakan, mesin pencari akan kesulitan memahami hubungan antarhalaman. Pengunjung juga mudah bingung saat mencari produk tertentu.

Karena itu, gunakan struktur sederhana dan mudah berkembang.

Contoh struktur yang rapi:

  • domain.com/sepatu
  • domain.com/sepatu/running
  • domain.com/sepatu/running/pria

Struktur seperti ini membantu Google memahami konteks halaman dengan lebih jelas.

Selain itu, gunakan breadcrumb supaya navigasi terasa lebih nyaman. Breadcrumb juga membantu distribusi internal link dalam website ecommerce.

4. Tingkatkan Kecepatan Website

Website lambat sering menghancurkan conversion.

Pengguna mobile biasanya tidak sabar menunggu loading terlalu lama. Bahkan selisih beberapa detik bisa memengaruhi penjualan.

Beberapa penyebab website ecommerce lambat antara lain:

  • gambar terlalu besar
  • plugin berlebihan
  • script tracking terlalu banyak
  • hosting kurang stabil
  • animasi berat

Karena itu, optimasi performa website harus jadi prioritas.

  • Gunakan:
  • image compression
  • caching
  • CDN
  • hosting cepat
  • lazy load gambar

Selain meningkatkan pengalaman pengguna, website cepat juga membantu ranking SEO.

5. Optimasi SEO Mobile

Mayoritas pengunjung ecommerce sekarang berasal dari smartphone. Jadi, pengalaman mobile harus benar-benar nyaman.

Kalau tombol checkout sulit disentuh atau tampilan berantakan, calon pembeli biasanya langsung keluar.

Google juga memakai mobile-first indexing. Jadi, performa versi mobile sangat memengaruhi ranking website.

Pastikan beberapa hal berikut berjalan baik:

  • navigasi simpel
  • ukuran font nyaman
  • tombol CTA jelas
  • checkout ringkas
  • gambar responsive

Kemudian, hindari pop-up berlebihan pada mobile karena sering mengganggu pengalaman pengguna.

6. Gunakan Schema Markup Produk

Schema markup membantu Google memahami isi halaman produk dengan lebih detail.

Dengan schema, hasil pencarian bisa menampilkan informasi tambahan seperti:

  • rating
  • harga
  • stok
  • review
  • FAQ

Tampilan seperti ini membuat listing terlihat lebih menarik pada hasil pencarian.

CTR juga biasanya meningkat karena calon pembeli langsung melihat informasi penting sebelum membuka halaman produk.

Schema produk sekarang cukup penting dalam SEO ecommerce modern karena Google makin fokus pada rich result.

7. Bangun Internal Linking yang Natural

Internal linking membantu Google memahami hubungan antarhalaman dalam website ecommerce.

Selain itu, internal link juga membantu pengunjung menemukan produk lain yang relevan.

Contoh internal linking yang efektif:

  • produk terkait
  • kategori terkait
  • artikel menuju produk
  • rekomendasi bundle
  • produk populer

Strategi ini membantu distribusi authority halaman sekaligus meningkatkan peluang pembelian tambahan.

Namun, internal linking harus tetap natural. Jangan memasukkan terlalu banyak link dalam satu area karena hasilnya malah terasa spam.

8. Buat Konten yang Membantu Proses Pembelian

SEO ecommerce tidak cukup mengandalkan halaman produk saja.

Kamu juga perlu konten pendukung untuk menangkap traffic dari fase riset pembeli.

Contohnya:

  • artikel perbandingan produk
  • panduan memilih produk
  • tutorial penggunaan
  • review
  • tips perawatan
  • FAQ

Misalnya kamu menjual skincare. Jangan hanya fokus pada halaman serum. Buat juga artikel seperti:

  • cara memilih serum untuk kulit kusam
  • perbedaan niacinamide dan retinol
  • skincare untuk pemula

Konten seperti ini membantu memperluas keyword coverage sekaligus membangun topical authority.

Selain itu, calon pembeli biasanya lebih percaya pada toko yang punya edukasi lengkap.

Performa Server juga Berpengaruh Menentukan Ranking, Jangan Salah Pilih!

SEO ecommerce tidak berhenti pada keyword dan optimasi konten. Performa server ikut memengaruhi ranking, kecepatan loading, sampai conversion rate. 

Website yang lambat sering membuat pengunjung keluar sebelum melihat produk lebih jauh. Karena itu, pemilihan hosting perlu masuk strategi SEO sejak awal.

Kalau kamu menjalankan toko online dengan traffic besar, Cloud Hosting dari Biznet Gio Cloud punya spesifikasi yang cukup kuat. 

Layanannya memakai Full SSD, uptime 99,9%, unlimited bandwidth, Acronis Backup, Imunify 360, sampai support Node.js untuk kebutuhan website modern. 

Ada juga opsi Web Hosting Biznet Gio cocok untuk bisnis baru karena sudah menyediakan cPanel, SSL gratis, unlimited email, WordPress Toolkit, backup otomatis, dan harga mulai Rp15.000 per bulan.


Butuh hosting yang gak nyusahin? Hemat, unlimited, dan CS responsive 24/7