Free virtual machine software bisa membantu kamu menjalankan beberapa sistem operasi dalam satu komputer tanpa menambah perangkat fisik. 

Solusi ini sering menjadi pilihan developer, administrator sistem, mahasiswa, hingga tim QA karena proses testing, simulasi jaringan, pengembangan aplikasi, dan uji sistem terasa lebih aman, fleksibel, serta hemat biaya.

Ingin tahu apa saja softwarenya? Cek sini!

10+ Daftar Free Virtual Machine Software untuk Virtualisasi 

Setiap software virtualisasi memiliki keunggulan yang berbeda. Ada yang cocok untuk pemula, ada pula yang dirancang khusus untuk kebutuhan enterprise dan data center:

1. Oracle VirtualBox

Oracle VirtualBox menjadi salah satu software virtualisasi gratis yang paling banyak digunakan. 

Platform open source ini mendukung Windows, Linux, macOS, hingga Solaris sebagai host maupun guest operating system. 

Karena instalasinya mudah, banyak pemula memakainya untuk belajar virtualisasi. Sementara itu, developer sering memanfaatkannya untuk menguji aplikasi lintas sistem operasi tanpa perlu mengubah konfigurasi komputer utama.

Keunggulan:

  • Gratis dan bersifat open source.
  • Mendukung snapshot untuk menyimpan kondisi VM.
  • Kompatibel dengan Windows, Linux, macOS, dan Solaris.
  • Memiliki fitur Shared Folder, Clipboard Sharing, serta berbagai mode jaringan.
  • Cocok untuk testing software, lab virtual, dan pembelajaran.

2. VMware Workstation Player

VMware Workstation Player menawarkan performa virtualisasi yang stabil dengan dukungan hardware acceleration yang matang. 

Karena itu, free virtual machine software ini sering menjadi pilihan developer yang membutuhkan lingkungan pengujian cepat dan konsisten. 

Walaupun versi gratis hanya berlaku untuk penggunaan personal, tapi fiturnya sudah cukup lengkap untuk belajar, menjalankan Linux, atau menguji aplikasi sebelum proses deployment.

Keunggulan:

  • Performa virtual machine sangat baik.
  • Mendukung berbagai versi Windows dan Linux.
  • Mudah membuat serta mengelola VM.
  • Kompatibel dengan banyak format virtual disk.
  • Cocok untuk software testing dan development.

3. Microsoft Hyper-V

Microsoft menyertakan Hyper-V secara langsung pada Windows Pro, Enterprise, dan Windows Server. Integrasi tersebut membuat proses virtualisasi berjalan lebih efisien karena sistem memanfaatkan hypervisor bawaan. 

Selain itu, administrator jaringan sering memakai Hyper-V untuk membangun lingkungan pengujian server, simulasi Active Directory, maupun laboratorium Windows Server dalam satu perangkat.

Keunggulan:

  • Gratis bagi pengguna Windows Pro dan Enterprise.
  • Terintegrasi langsung dengan Windows.
  • Mendukung virtual switch dan virtual networking.
  • Cocok untuk pengujian Windows Server.
  • Banyak digunakan pada lingkungan perusahaan.

4. Kernel-based Virtual Machine (KVM)

KVM merupakan teknologi virtualisasi yang menjadi bagian dari kernel Linux. Banyak administrator menggabungkannya dengan QEMU serta libvirt agar memperoleh performa mendekati mesin fisik. 

Karena efisiensinya sangat tinggi, banyak penyedia cloud membangun infrastruktur virtual menggunakan KVM. 

Free virtual machine software ini juga memberikan fleksibilitas besar bagi pengguna Linux yang ingin mengelola banyak virtual machine.

Keunggulan:

  • Open source.
  • Performa sangat tinggi.
  • Terintegrasi langsung dengan Linux.
  • Mendukung hardware virtualization.
  • Banyak digunakan pada cloud server.

5. Xen Project

Xen Project hadir sebagai hypervisor Type-1 yang sudah lama dipercaya berbagai penyedia layanan cloud. 

Software ini mengutamakan efisiensi resource, keamanan, serta isolasi virtual machine yang kuat. 

Oleh sebab itu, banyak perusahaan memanfaatkan Xen untuk menjalankan banyak server virtual sekaligus tanpa mengorbankan stabilitas sistem.

Keunggulan:

  • Hypervisor Type-1 dengan performa tinggi.
  • Open source.
  • Isolasi virtual machine yang kuat.
  • Mendukung live migration.
  • Banyak dipakai pada cloud infrastructure.

6. Proxmox VE

Proxmox VE menggabungkan teknologi KVM untuk virtual machine serta LXC untuk container dalam satu platform. 

Dashboard berbasis web membuat proses administrasi terasa jauh lebih praktis. Selain itu, Proxmox menyediakan fitur backup, cluster, serta high availability sehingga administrator dapat mengelola banyak server melalui satu antarmuka yang sederhana.

Keunggulan:

  • Gratis digunakan.
  • Dashboard berbasis web.
  • Mendukung cluster dan high availability.
  • Backup virtual machine terintegrasi.
  • Mendukung storage seperti ZFS, Ceph, dan LVM.

7. QEMU

QEMU berfungsi sebagai emulator sekaligus software virtualisasi yang mendukung banyak arsitektur prosesor. 

Kemampuan tersebut membuatnya populer untuk pengembangan embedded system, sistem operasi, maupun simulasi perangkat keras. 

Saat pengguna mengombinasikan QEMU dengan KVM, performa virtual machine meningkat secara signifikan sehingga proses pengujian berlangsung lebih cepat.

Keunggulan:

  • Open source.
  • Mendukung banyak arsitektur CPU.
  • Cocok untuk emulasi hardware.
  • Dapat dipadukan dengan KVM.
  • Banyak digunakan developer kernel.

8. Red Hat Virtualization (RHV)

Red Hat Virtualization merupakan platform virtualisasi enterprise yang memanfaatkan teknologi KVM sebagai fondasi utamanya. 

Solusi ini sering muncul pada lingkungan bisnis yang membutuhkan stabilitas, skalabilitas, serta integrasi dengan ekosistem Red Hat. 

Walaupun versi komersial lebih dikenal, teknologi intinya tetap berasal dari proyek open source yang telah teruji.

Keunggulan:

  • Berbasis KVM.
  • Performa tinggi untuk server.
  • Mendukung live migration.
  • Terintegrasi dengan ekosistem Red Hat.
  • Cocok untuk virtualisasi enterprise.

9. Parallels Desktop Lite

Parallels Desktop Lite menawarkan pengalaman virtualisasi yang sederhana bagi pengguna yang membutuhkan fitur dasar. 

Proses instalasinya cukup mudah sehingga pemula dapat langsung membuat virtual machine tanpa konfigurasi rumit. 

Free virtual machine software ini cocok untuk pembelajaran, pengujian ringan, maupun eksplorasi sistem operasi lain dalam lingkungan virtual.

Keunggulan:

  • Gratis untuk penggunaan dasar.
  • Instalasi mudah.
  • Antarmuka sederhana.
  • Cocok bagi pengguna pemula.
  • Mendukung berbagai sistem operasi.

10. Citrix Hypervisor

Citrix Hypervisor, yang sebelumnya dikenal sebagai XenServer, menyasar kebutuhan virtualisasi skala enterprise. 

Platform ini mendukung GPU virtualization, high availability, serta manajemen server dalam jumlah besar. 

Karena itu, banyak organisasi memanfaatkannya untuk menjalankan beban kerja penting yang membutuhkan performa tinggi dan tingkat ketersediaan maksimal.

Keunggulan:

  • Berbasis Xen Hypervisor.
  • Mendukung virtualisasi GPU.
  • High availability.
  • Skalabel untuk data center.
  • Banyak digunakan pada lingkungan enterprise.

11. VMware Fusion

VMware Fusion dirancang khusus bagi pengguna macOS yang ingin menjalankan Windows maupun Linux tanpa dual boot. 

Software ini memberikan pengalaman virtualisasi yang mulus sehingga developer dapat berpindah antar sistem operasi dalam satu desktop. 

Selain itu, VMware sudah menghadirkan dukungan Apple Silicon pada versi terbaru serta menyediakan lisensi gratis untuk penggunaan personal pada edisi tertentu.

Keunggulan:

  • Khusus untuk macOS.
  • Menjalankan Windows dan Linux secara bersamaan.
  • Mendukung Apple Silicon pada versi terbaru.
  • Performa virtualisasi yang baik.
  • Cocok untuk developer dan software testing.

Setelah Testing Selesai, Saatnya Jalankan Proyekmu di VPS yang Stabil

Free virtual machine software sangat membantu untuk mencoba sistem operasi, menguji aplikasi, atau membangun lingkungan development tanpa mengganggu komputer utama. 

Namun, setelah proses testing selesai dan aplikasi siap digunakan, kamu tentu membutuhkan server yang dapat berjalan selama 24 jam. 

Biznet Gio menghadirkan VPS Extra Cepat dengan prosesor AMD EPYC terbaru, SSD NVMe enterprise hingga 80.000 IOPS, vCPU dan RAM dedicated, serta pilihan Linux maupun Windows. 

Kalau kebutuhanmu semakin beragam, tersedia juga berbagai VPS Server Biznet Gio untuk website, automation n8n, Odoo, RDP, game server, hingga hosting aplikasi, lengkap dengan bandwidth gratis dan pilihan paket mulai Rp59.000 per bulan.


Capek server lelet terus? Upgrade ke VPS 40x lebih cepat dan IOPS 80.000